Triwulan III-2015, Harga Residensial Melambat

Big Banner

Jakarta – Pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer selama triwulan III-2015 terindikasi mengalami perlambatan. Ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial pada periode tersebut yang tumbuh sebesar 0,99% (qtq) atau 5,46% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang tercatat 1,38% (qtq) atau 5,95% (yoy).

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI) menyebutkan, perlambatan pertumbuhan harga terjadi pada semua tipe rumah dengan perlambatan terbesar terjadi pada rumah tipe kecil (1,02%, qtq). “Melambatnya kenaikan harga kemungkinan masih akan berlanjut pada triwulan IV-2015,” tulis BI dalam laporannya yang dipublikasilan baru-baru ini.

Perlambatan kinerja properti juga tercermin dari pertumbuhan penjualan properti residensial pada triwulan III-2015 yang sebesar 7,66% (qtq), lebih rendah dari triwulan sebelumnya yang sebesar 10,84% (qtq). Perlambatan penjualan terutama terjadi pada rumah tipe besar. Perkembangan ini sejalan dengan melambatnya pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR).

Hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial masih bersumber dari dana internal pengembang. Sebagian besar pengembang (59,33%) menggunakan dana sendiri sebagai sumber pembiayaan usahanya. Sementara itu, sumber pembiayaan konsumen untuk membeli properti masih didominasi oleh pembiayaan perbankan (KPR).

“Sebanyak 75,50% responden masih memanfaatkan KPR sebagai fasilitas pembiayaan dalam pembelian properti residensial, khususnya pada rumah tipe kecil,” ujar BI.

Investor Daily

Nasori/NAS

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me