Karya Soekarno di Masjidil Haram – Property

Big Banner


JAKARTA Masjidil Haram merupakan masjid yang paling sakral bagi umat muslim. Namun, siapa sangka bahwa pada area ritual Sa’i merupakan buah ide dari mantan Presiden Soekarno?

Sang Proklamator juga seorang arsitek lulusan Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang Institut Teknologi Bandung/ITB), dengan jurusan teknik sipil dan tamat pada 1926.

Pada Hari Bangunan yang jatuh pada 11 November ini, mari kita review buah karya Bapak Bangsa, seperti dikutip Ensiklopedia Mini Mengenal Arsitek Indonesia, karya Irfan Arifuddin, terbitan Angkasa Bandung, Rabu (11/11/2015).

Pada 1955, Ir Soekarno menunaikan ibadah suci ke Tanah Suci. Dalam perjalanannya, sebagai seorang arsitek, Soekarno tergerak memberikan sumbangan ide arsitektural kepada Pemerintah Arab Saudi. Yakni, membuat bangunan untuk melakukan Sa’i menjadi dua jalur dalam bangunan dua lantai.

Sementara itu, buku “Bung Karno Sang Arsitek” karya Yuke Ardhiati mencatat, Pemerintah Arab Saudi yang dipimpin oleh Raja Khalid Bin Abdul Aziz melakukan renovasi Masjidil Haram secara besar-besaran. Renovasi yang dirintis pada 1955 tersebut baru dilaksanakan pada 1966. Renovasi itu termasuk ide Soekarno membuat lantai bertingkat bagi umat muslim yang melaksanakan Sa’i menjadi dua jalur dan lantai bertingkat untuk melakukan tawaf.

Ibadah Sa’i merupakan salah satu rukun umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) bolak-balik sebanyak tujuh kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya. Kedua bukit yang satu sama lainnya berjarak sekitar 405 meter.

Kini, bukit tersebut permudah dengan dibuat sebuah bangunan dengan jalur khusus untuk berlari kecil lengkap dengan fasilitas pendingin ruangan.

Di Indonesia, beberapa bangunan dipengaruhi oleh Soekarno atau atas perintah dan koordinasinya dengan beberapa arsitek seperti Frederich Silaban dan R.M. Soedarsono. Dalam pelaksanannya, Soekarno juga dibantu beberapa arsitek junior untuk visualisasi.

Karya Soekarno antara lain, Masjid Istiqlal (1951), Monumen Nasional (1960), Gedung Conefo, Gedung Sarinah, Wisma Nusantara, Hotel Indonesia (1962), Tugu Selamat Datang, Monumen Pembebasan Irian Barat, Patung Dirgantara.

(rzy)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me