Kontraksi Properti Masih Berlanjut (II)

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain dari komponen harga yang mengalami penciutan kenaikan, segmen pasokan properti komersial pun menunjukkan perlambatan.

Jika pada kuartal II-2015, indeks pasokan properti komersial tercatat masih 1,2 persen, pada kuartal III-2015 menjadi 0,76 persen.

Bank Indonesia (BI) melalui survei Perkembangan Properti Komersial yang dirilis pada Jumat (13/11/2015), menunjukkan perlambatan ini disebabkan kontraksi pasokan, terutama convention hall  sebesar 0,41 persen secara kuartalan dan 1,61 persen secara tahunan.

“Ini dipicu belum selesainya pekerjaan renovasi pada convention stand alone Auditorium Gedung Telkom maupun convention hotel pada function hall Fairmont Hotel Senayan,” tulis BI.

Namun demikian, lanjut BI, secara tahunan pasokan properti komersial mengalami kenaikan lebih tinggi dari sebelumnya 1,90 persen, menjadi 2,58 persen.

Kecuali convention hall, semua jenis properti komersial menunjukkan kenaikan pasokan. Peningkatan tertinggi terjadi pada apartemen sebesar 20,97 persen khususnya apartemen strata.

Kontributornya antara lain Antasari Heights, The Element, The Residence Synthesis, Synthesis Kemang, Menara Jakarta, dan Citra 7 untuk wilayah Jakarta.

Sedangkan wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek) disumbang oleh Wismaya Residences, The Spring Lake Summarecon, dan Gunung Putri Square.

Ke depan, perkembangan pasokan properti komersial khususnya apartemen di Bodebek diperkirakan akan terus meningkat sampai dengan tahun 2018. Hal ini terkait banyaknya pengembang memasarkan menara lanjutan pada proyek yang sama.

Selain itu, juga akan dilakukan serah terima apartemen di sejumlah wilayah seperti Oak Tower dan Pulomas Center Park Jakarta, Majestic Point, dan U Residences.

Sementara itu, pasokan lahan industri di Jakarta diperkirakan tidak akan bertambah melainkan berpindah ke area periferi perkotaan seperti Bodebek dan Banten.

BI memproyeksikan, sampai akhir 2015 jumlah pasokan lahan industri di Banten akan bertambah seluas 50 hektar dari proyek Griya Idola Industrial Park (GIIP) yang dikembangkan oleh PT Griya Tirta Asri.

 

properti.kompas.com