Kontraksi Properti Masih Berlanjut (I)

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Masa-masa kontraksi tampaknya masih belum beranjak dari sektor properti. Hal ini terindikasi dari kenaikan harga properti komersial pada kuartal III-2015 yang masih menunjukkan perlambatan.

Survei Perkembangan Properti Komersial yang dilansir Bank Indonesia (BI) pada Jumat (13/11/2015) mengungkap harga properti komersial melemah 1,69 persen secara triwulanan, dan 32,31 persen secara tahunan.

Perlambatan kenaikan harga secara triwulanan ini terjadi hampir di semua segmen kecuali hotel dan pusat perbelanjaan. Kedua segmen ini justru memperlihatkan kenaikan lebih tinggi dari kinerja pada kuartal II-2015.

Hal tersebut menjadikan indeks harga properti di segmen hotel meningkat dari 1,66 persen pada triwulan II-2015 menjadi 35,96 persen pada triwulan III-2015.

Kenaikan indeks harga terutama terjadi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) serta Banten. Ini terkait dengan meningkatnya permintaan kamar hotel untuk kegiatan meeting,  gathering maupun wedding.

Demikian pula dengan indeks harga properti di segmen ritel pusat perbelanjaan yang lebih tinggi menjadi 2,20 persen dari sebelumnya dari 0,64 persen.

“Naiknya harga jual maupun tarif sewa pusat perbelanjaan di wilayah Jabodebek memicu peningkatan indeks harga,” tulis BI.

Selain itu, tingginya permintaan dan tidak bertambahnya pasokan juga menjadi penyebab kenaikan harga pusat belanja, baik pada komponen basic price maupun service charge.

Sebaliknya dengan convention hall  dan perkantoran yang justru mengalami perlambatan pertumbuhan harga paling tinggi, masing-masing 0,16 persen, dan 0,34 persen.

Secara tahunan perhotelan juga mencatat kenaikan harga tertinggi sebesar 21,44 persen setelah pada triwulan sebelumnya mengalami deflasi 10,99 persen.

properti.kompas.com