Survei Terbaru, 75 Persen Konsumen Beli Rumah Secara Kredit!

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Survei Harga Properti Residensial terbaru yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) pada Rabu (11/11/2015) menunjukkan hingga kuartal III-2015 sebagian besar konsumen atau 75,50 persen membeli rumah secara kredit.

Konsumen memilih opsi pemanfaatan kredit pemilikan rumah (KPR) sebagai fasilitas utama transaksi pembelian properti residensial terutama rumah tipe kecil dan menengah.

Meski begitu, masih ada saja konsumen yang tidak sensitif terhadap angka dan krisis memanfaatkan KPR untuk membeli rumah kelas mewah seharga Rp 3 miliar hingga Rp 12 miliar per unit.

Menurut GM Marketing Vimala Hills and Resorts Zaldy Wihardja, dari 490 unit rumah tapak yang terjual, sekitar 5 persennya dibeli konsumen dengan menggunakan fasilitas KPR.

“Tenornya memang tidak panjang. Cuma 3-5 tahun. Selebihnya adalah tunai keras dan tunai bertahap maksimal 24 bulan,” papar Zaldy kepada Kompas.com, Kamis (12/11/2015).

Sementara, tingkat bunga KPR yang diberikan oleh perbankan khususnya kelompok bank persero berkisar antara 9 persen hingga 12 persen.

Dari sisi penyaluran kredit perbankan, total KPR dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) tercatat senilai Rp 331,26 triliun atau tumbuh 1,08 persen.

Meski tumbuh, tetap saja lebih rendah dibandingkan catatan triwulan sebelumnya 2,29 persen dan pertumbuhan total kredit perbankan 1,27 persen.

Dari total KPR yang dikucurkan oleh bank sejak Januari-September 2015, sebanyak 15,92 persen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memanfaatkan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari pemerintah.

Adapun pencairan FLPP sampai dengan triwulan III-2015 mencapai Rp 5,57 triliun, lebih tinggi dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) FLPP tahun 2015 yaitu Rp 5,10 triliun.

properti.kompas.com