Enam Rahasia Sukses Investasi Rumah

Big Banner

Pernahkah bertanya pada diri sendiri apa alasan Anda membeli sebuah rumah? Terkait properti, terutama hunian, semua calon pembeli nyaris menyebut dirinya ingin berinvestasi. Yakinkah?

Pasalnya, berinvestasi membutuhkan langkah tepat agar uang Anda bisa benar-benar berkembang sesuai harapan. Seperti diketahui, investasi jelas merupakan aktivitas menanamkan uang atau modal dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Tak ingin uang Anda menguap begitu saja bukan? Berikut cara mengamankan uang investasi Anda.

  1. 1.     Jangan “Pindahkan” Uang Anda

Niatan seseorang hingga mewujud pembelian properti, jelas membutuhkan waktu.  Nah, sementara proses berjalan, biarkan uang yang akan Anda investasikan itu tetap berada di tempatnya. Jangan pernah memindahkan uang Anda ke rekening, atau bahkan bank lain.

Hal ini berlaku bagi mereka yang ingin menggunakan fasilitas kredit bank untuk membeli properti. Dengan membiarkan uang tetap berada di rekening asal, setidaknya enam bulan sebelum pembelian, Anda akan mempermudah proses pemberian kredit.

Pihak bank akan dengan mudah menelusuri data perbankan Anda. Pastinya, mereka butuh jaminan bahwa Anda memiliki sejarah perbankan yang meyakinkan untuk bisa memperoleh kredit.

Jika Anda memiliki kartu kredit baru, sebaiknya jangan melakukan pembelian atau transaksi besar. Hal itu akan bisa sangat menyulitkan Anda mendapat persetujuan kredit. 

  1. 2.     Persetujuan Awal Kredit

Persetujuan awal kredit ini juga akan mempermudah niatan Anda memiliki properti. Seseorang bisa saja memiliki kualifikasi sebagai penerima, namun belum tentu ia memperoleh persetujuan kredit.

Cobalah berkonsultasi dengan pihak bank mengenai keuangan Anda. Anda bisa mengetahui potensi dana kredit yang akan akan diturunkan pihak bank nantinya.

Keuntungannya, tidak perlu buang-buang waktu mencari properti yang ternyata harganya tak sesuai dengan potensi kredit Anda. Tak hanya itu, Anda juga bisa mencari bank yang menawarkan kredit dengan fasilitas bunga lebih kompetitif.

  1. 3.     Jangan “Bercanda” dengan Waktu

Jangan coba menelaah kapan waktu yang tepat membeli properti. Mengecoh alur pasar properti terbilang sangat sulit. Waktu yang tepat membeli properti adalah saat menemukan pilihan yang sesuai dengan keinginan dan keuangan Anda.

  1. 4.     Besar Tak Selalu Lebih Baik

Ukuran besar adalah properti yang terbaik tidak berlaku ketika bicara soal rumah. Hanya sedikit orang yang gemar dengan rumah berukuran besar. Ini akan jadi masalah ketika Anda berniat menjualnya kembali.

Terkadang, justru lebih baik membeli rumah dengan kondisi yang kurang baik. Harga tanahnya akan jauh lebih berharga ketimbang rumah berukuran besar.

 

  1. 5.     Membeli Rumah, Bukan Menikahinya

Membeli rumah dengan terlalu menggunakan perasaan, justru akan membuat kecewa. Ada bedanya antara perasaan dengan naluri.

Mengikuti naluri, Anda akan mendapat rumah yang bagus, baik dari sisi bentuk, pun nilainya. Sementara jika mengandalkan perasaan, Anda mungkin saja menyukai sebuah rumah hanya dari warnanya saja. Ingat, ini investasi. Jadi pilihlah dengan tenang dan bijak.

  1. 6.     Menawar Harga dengan Tepat

Melakukan penawaran tidak semata ingin menurunkan harga. Anda harus mempertimbangkan banyak hal. Adalah kemampuan keuangan Anda, dan nilai rumah tersebut sebenarnya.

Banyak yang berpikir harus menyebut angka serendah mungkin saat pertama kali menawar. Seharusnya, Anda menawark dengan harga yang sesuai dengan pasaran saat itu.

Untuk itu, Anda perlu sedikit bertanya dengan rumah-rumah sekitar terkait harga saat itu. Penting juga mengetahui rencana pengembangan kawasan tersebut beberapa waktu ke depan. Hal itu jelas akan sangat berpengaruh soal harga. 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me