Bekasi Dibanjiri Pasokan Apartemen Menengah

Big Banner

Jakarta – Gemuruh pasokan hunian vertikal di sekeliling kota Jakarta masih terus terdengar. Seiring kian menipisnya lahan dan terus meroketnya harga lahan di Jakarta membuat pergeseran pasokan apartemen ke sekeliling Ibu Kota Republik Indonesia tersebut.

Tiga kota utama yang menjadi sasaran para pengembang properti adalah Tangerang, Bekasi, dan Depok. Warga di kota-kota itu banyak yang beraktifitas ke Jakarta. Mulai urusan pendidikan, bisnis, hingga urusan sosial.

Director Research & Advisory Cushman & Wakefield, Arief Rahardjo, mengatakan, setelah Tangerang, pasokan apartemen kedua terbanyak ada di Bekasi, Jawa Barat.

Di kawasan ini ada 25 proyek setara dengan 31.160 unit apartemen. Dari jumlah tersebut, 58,7 persen sudah terserap pasar melalui pre-sales. Jumlah itu jauh di atas pasokan existing yang hanya 3.628 unit. Pasokan existing, kata Arief, sudah 91,6 persen terserap oleh pasar.

Beberapa pasokan di Bekasi di antaranya datang dari Grand Kamala Lagoon (PT PP Properti), Chadstone (Pollux), Tamansari Iswara, Indigo Bekasi (Prioritas Land Indonesia/PLI), dan Wismaya Residence (Langgeng Makmur Perkasa/LMP)

Manajer Proyek GKL, Tjakra D Puteh mengatakan, terdapat empat menara apartemen di GKL yang berdiri di areal 25 hektare. Keempat menara itu Barclay, Isabelle, Marine, dan Emerald. Kini, dua menara sedang dalam tahap penggarapan fisik, yakni Emerald dan Barclay.

Sementara itu, Corporate Secretary & Branding Custodian LMP, Iwan Nur Iswan mengatakan, untuk proyek apartemen setinggi 30 lantai yang digarap pihaknya memiliki nilai sekitar Rp 600 miliar.

Di luar proyek-proyek tersebut, ada juga pengembang baru yaitu PT Kopel Lahan Andalan (Kopelland) yang melirik kawasan Cikunir, Bekasi. Apartemen menjadi bagian dari proyek properti terintegrasi Swarnabumi Cikunir yang digarap Kopelland.

Direktur Utama Kopelland, Bogi Aditya mengatakan, kota Swarnabumi Cikunir dibangun di atas lahan seluas 2,8 ha. Kelak terdapat 7 menara apartemen setinggi 40 lantai dengan invesatsi men capai Rp 500 miliar. Proyek hunian vertikal ini nantinya memiliki 7.000-8.000 unit apartemen yang menyasar kelas pekerja di kawasan Jakarta.

“Sasaran kami adalah kelas menengah atau pekerja yang berada di Jakarta, dengan harga mulai dari Rp 270 jutaan untuk tipe studio,” kata Bogi Aditya.

Dia mengatakan, apartemen Kota Swarnabumi Cikunir terletak di lokasi yang ideal bagi pekerja yang berkantor di sepanjang koridor Jakarta Outer Ring Road.

Menurut Nur Iswan, kebutuhan hunian di kawasan Jabodetabek masih tinggi terutama di kawasan Bekasi sebagai kota industri. Pihaknya menyasar kelas menengah terutama pasangan muda yang kini bertumbuh.

“Kami lihat bahwa backlog hunian sampai sekarang masih 15 jutaan unit dan ini saya kira peluang kami untuk menghadirkan proyek baru dan diidamkan oleh konsumen,” kata dia.

Melihat besarnya pemanufaktur di kawasan industri Bekasi membuat kawasan ini terus berbenah dari lini infrastruktur transportasi. Aksesibilitas menjadi penting bagi lebih dari 1.500 industri di kawasan Bekasi. Akses yang kini ada berupa jalan arteri, tol, kereta double track dan kelak ada Light Rapid Transit (LRT).

Investor Daily

Imam Muzakir/FER

Investor Daily

beritasatu.com