Tujuh Bagian Rumah Wajib Direnovasi Saat Musim Hujan – Property

Big Banner

JAKARTA – Wilayah Jabodetabek mulai memasuki musim penghujan. Puncaknya menurut keterangan BMKG akan terjadi pada pertengahan November 2015. Hujan yang turun membuat udara lebih segar dan bersih.

Namun demikian, ada hal penting yang tidak boleh terlewatkan untuk menyambut musim penghujan ini adalah rumah tempat Anda berteduh harus sudah diantisipasi dari hal-hal seperti bocor, rembesan ditembok dan lainnya.

Okezone seperti dikutip dari rumah.com, Kamis (12/11/2015) menyuguhkan tips bagian rumah mana saja yang perlu mendapat perhatian khusus dari masalah air hujan ini untuk segera direnovasi.

Atap rumah

Bagian rumah terpenting untuk diperhatikan dalam menghadapi musim hujan, sudah pasti, adalah atap rumah. Ini adalah pelindung pertama dan paling utama dari sebuah rumah. Langkah pertama yang harus diperhatikan adalah memeriksa genteng. Segera betulkan letaknya jika ada yang melorot dan jangan berpikir dua kali untuk mengganti genteng yang retak.

Jika rumah Anda menggunakan atap dari asbes atau beton, perhatikan dengan seksama, apakah ada retak di sana. Untuk retak lembut, Anda bisa melapisinya dengan pelapis anti air. Namun jika keretakannya sudah cukup parah, mau tak mau Anda harus membobok dan memplester kembali.

Retak lembut memang tidak menimbulkan kebocoran secara langsung, namun air yang merembes akan membuat atap menjadi lapuk.

Plafon

Setelah genteng, kini bergeser ke plafon. Perhatikan plafon Anda. Sebaiknya segera diganti jika ada yang mulai membusuk. Sebab jika tidak, plafon bisa ambruk dan biaya perbaikan menjadi jauh lebih mahal.

Dinding

Atap yang tidak berfungsi dengan baik akan menyebabkan air hujan merembes hingga ke dinding. Akibatnya, dinding menjadi lembab dan berjamur. Setelah Anda mengatasi masalah di bagian penutup rumah, saatnya membereskan dinding.

Jika dinding sudah berjamur, mau tak mau harus dikerok dan dicat ulang. Dinding bagian luar wajib dilapisi pelapis antiair jika ingin memiliki dinding yang awet.

Jika terdapat keretakan pada dinding, Anda harus membobok dan memplester ulang sebelum mengaplikasikan pelapis antiair.

Dinding batu alam menjadi tren dekorasi fasad rumah saat ini. Indah memang, tetapi membutuhkan penanganan ekstra karena batu alam memiliki banyak pori. Untuk mencegah rembesan air, dinding macam ini musti dilapisi vernis. Proses ini harus dilakukan berulang setiap enam bulan sekali.

(amr)

1 / 2

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me