Kontraksi Properti Masih Berlanjut (IV)

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Kontraksi di sektor properti masih berlanjut. Setidaknya hingga kuartal III-2015 tingkat penjualan dan pertumbuhan harga masih menunjukkan penurunan.

Bank Indonesia (BI) melalui Survei Harga Properti Residensial melaporkan tingkat penjualan hunian menciut menjadi 7,66 persen dari sebelumnya 10,84 persen pada kuartal II-2015.

Sementara di segmen harga, pertumbuhannya juga melambat menjadi 1,69 persen secara triwulanan, dan 32,31 persen secara tahunan.

Hal ini diakui Direktur Utama PT Adicipta Graha Kencana, Samuel Susanto. Menurut dia, selama Januari-September tahun ini penjualan Puri Orchard di Jakarta Barat, memang melambat.

Terlebih saat pemerintah mengeluarkan berbagai wacana terkait kebijakan fiskal.

“Penurunan semakin terasa saat Rupiah terdepresiasi pada kuartal kedua. Konsumen mengambil sikap menunggu,” tutur Samuel kepada Kompas.com, Sabtu (14/11/2015).

PT Adicipta Graha Kencana, tambah Samuel, saat itu sedang memasarkan menara kedua Cedar Heights, menyusul keberhasilan penjualan 100 persen menara pertama Orange Group tahun 2014.

“Tak seperti Orange Grove yang sudah terserap seluruhnya, menara kedua yang dipasarkan awal tahun masih tersisa 30 persen hingga 40 persen,” tandas Samuel.

Direktur Keuangan PT Adicipta Graha Kencana, Yuanda Agust membenarkan perlambatan penjualan tersebut. Menurut Yuanda, hingga Oktober total penjualan dua menara Puri Orchard sekitar 55 persen-60 persen.

“Kami berharap, sampai akhir Desember 2015 penjualan bisa mencapai 100 persen,” ucap Yuanda. 

Orchard Puri merupakan proyek properti multifungsi seluas 2,3 hektar. Di dalamnya terdapat tiga menara apartemen sebanyak 2.544 unit (Orange Grove, Cedar Heights dan Magnolia Spring), satu menara perkantoran strata, dan satu hotel bintang lima. 

Strategi penjualan

Penurunan penjualan juga dialami Vimala Hills and Resorts di kawasan Gadog, Kabupaten Bogor. GM Marketing Vimala Hills and Resorts, Zaldy Wihardja mengungkapkan, penjualan tahun ini melorot 50 persen.

“Tahun lalu, kami masih bisa meraup penjualan dengan nilai Rp 200 miliar. Tahun ini, hingga Oktober kemarin baru mencapai Rp 100 miliar,” ujar Zaldy, Kamis (12/11/2015). 

Karena itu, untuk menyiasati pulihnya penjualan, baik Puri Orchard maupun Vimala Hills and Resorts melakukan berbagai strategi. 

Di antaranya menyelenggarakan event-event dan promosi kemudahan pembiayaan. Bebas bunga dan uang muka yang dapat diangsur berkali-kali adalah cara efektif yang mereka tempuh saat ini.

Ada banyak pembeli, investor dan end user, yang lebih memilih opsi pembayaran tunai bertahap. Mereka menyediakan tenor 12 kali, 24 kali, 36 kali, atau 48 kali tanpa bunga. 

Dengan strategi demikian, penjualan kembali meningkat meskipun belum mampu menyamai capaian tahun 2013 dan 2014. 

“Setidaknya Oktober kemarin catatan penjualan berangsur pulih,” tandas Yuanda.

properti.kompas.com