Pasar Rumah Masih Lesu di Kuartal III 2015

Big Banner
PerumahanPerumahan

Propertinet.com – Pasar properti sub-sektor perumahan atau residensial selama kuartal III-2015 dilaporkan masih lesu. Menurut Survei Harga Properti Residensial keluaran Bank Indonesia (BI), melambatnya pasar residensial ditandai pertumbuhan penjualan yang turun menjadi 7,66 persen dari 10,84 persen pada kuartal sebelumnya.

BI menduga perlambatan penjualan karena konsumen menunda pembelian properti terkait kondisi fundamental perekonomian yang juga mengalami penurunan. Dari sisi pasokan, adanya aturan loan to value (LTV) terbaru yang mengharuskan jaminan tambahan dari pengembang, dianggap memberatkan arus kas perusahaan.

BI memprediksi, kenaikan harga properti residensial yang melambat diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan IV-2015.

Berdasarkan wilayah, perlambatan pertumbuhan penjualan rumah, terutama tipe besar terjadi di beberapa daerah di antaranya Padang, Palembang, Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta, Pontianak dan Balikpapan.

           Baca Juga!

 

Meskipun pada kuartal terakhir ini indeks harga properti residensial masih mengalami kenaikan 0,40 persen namun menciut dibandingan kenaikan 0,99 persen pada kuartal sebelumnya.

Kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi pada rumah tipe besar dengan angka 0,26 persen. Kenaikan harga di Jakarta, Depok, Bogor, dan Bekasi 0,00 persen. Sementara di Balikpapan diperkirakan 0,01 persen.

Kenaikan harga properti residensial yang melambat juga diperkirakan terjadi secara tahunan. Pada triwulan IV-2015 harga properti residensial yang meningkat 4,27 persen, menurun dibandingkan kenaikan harga 5,46 persen pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan tipe bangunan, kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi pada rumah tipe besar sebanyak 2,98 persen. Sementara berdasakan wilayah, kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi di Pontianak.

propertinet.com