Dana Bantuan Rumah Bersubsidi Tahun 2016 Rp12,5 Triliun

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dann Perumahan Rakyat (Kemenpupera) kian mematangkan pelaksanaan program KPR bersubsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), program subsidi selisih bunga (SSB), dan bantuan uang muka (BUM) untuk tahun 2016. Total anggaran yang digelontorkan untuk tiga program ini di tahun 2016 mencapai Rp12,5 triliun.

pembangunan rumah murah subsidi

Ilustrasi

“Kita banyak belajar dari pelaksanaan program sejuta rumah di tahun 2015 ini, untuk tahun 2016 selain anggaran lebih besar payung hukum untuk SSB maupun BUM juga sudah ada yaitu Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2015 mengenai penggunaan pendapatan Badan Layanan Umum-Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU-PPDP),” ujar Maurin Sitorus, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kemenpupera, saat audiensi dengan bank penyalur FLPP di Jakarta, Jumat (13/11).

Audiensi dengan perbankan ini juga untuk menjaring masukan dari seluruh bank penyalur FLPP sehingga pelaksanaan program perumahan tahun depan bisa lebih baik dan terlaksana dengan cepat. Untuk perincian anggarannya dari total Rp12,5 triliun, untuk FLPP sebesar Rp9,2 triliun, SSB Rp2,1 triliun dan BUM Rp1,2 triliun.

Dengan telah terbitnya perpres ini juga pemerintah kembali menggelontorkan anggaran sebesar Rp57,5 miliar untuk program SSB. Ini dikarenakan anggaran FLPP tahun 2015 sebesar Rp5,1 triliun telah terserap habis sejak akhir Juli lalu sehingga diadakan program SSB ini untuk menjembatani perbankan yang menyalurkan KPR bersubsidi.

“Sudah disetujuinya anggaran untuk tahun 2016 ini juga bisa digunakan untuk menambal kekurangan anggaran di tahun 2014-2015. Nanti bila anggaran tahun 2016 juga habis terserap di bulan Juni-Juli, kekurangannya bisa diambil dari anggaran tahun 2017 dan begitu seterusnya. Jadi kami tekankan kepada pengembang maupun perbankan tidak perlu khawatir soal anggarannya,” imbuhnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me