Ini Aturan Biaya Penyediaan Listrik Bangunan Apartemen dan Sejenisnya

Big Banner

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 Tahun 2015. Peraturan tersebut berisi tentang biaya penyediaan tenaga listrik untuk bangunan dalam kawasan terbatas, seperti rumah susun (rusun), apartemen, pasar dan pusat perbelanjaan. 

Pemerintah mengaku saat ini sudah saat saatnya dibuat aturan yang jelas tentang biaya penyediaan listrik untuk fasilitas umum dan khusus pada bangunan yang berada di kawasan terbatas.  

“Selama ini, tidak ada aturan sama sekali. Peraturan ini menandakan bahwa pemerintah hadir untuk mengatur,” ujar Jarman, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, seperti informasi yang diterima Rumahku.com

Diberlakukannya peraturan tersebut, maka pengurus bangunan tidak hanya mengenakan biaya konsumsi listrik penghuninya, tetapi juga ditambah biaya listrik atas penggunaan fasilitas umum dan khusus, seperti lift, lampu di koridor dan sebagainya.  

Namun Jarman menjelaskan jjika pengelola bangunan tidak diperkenankan mengambil keuntungan dari hal tersebut. Jika mengambil keuntungan, maka pihak pengelola harus mendapatkan izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) berdasarkan UU Nomor 30 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2012 tentang Kegiatan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik. 

“Prinsipnya seperti pengurus RT RW lah, dan dia mengelola fasilitas itu. Tapi tidak boleh ambil untung. Kalau ambil untung harus bikin badan usaha dan bayar pajak dan lainnya,” tandasnya.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me