Bataclan, Gedung Bergaya Jepang Saksi Bisu Tragedi Paris

Big Banner

KOMPAS.com — Bataclan mendadak terkenal. Bangunan ini merupakan salah satu fasilitas publik yang diserang sejumlah kelompok bersenjata pada Sabtu (13/11/2015). 

Bagaimana teater ini dibangun dan seperti apa langgam arsitekturnya?

Bangunan yang sering dijadikan tempat konser ini dibangun pada 1864. Lokasinya di utara kota Paris, Perancis. Charles Duval membangun balai ini sekaligus memberinya nama Ba-ta-clan.

Duval mengadopsi arsitektur bergaya Jepang dengan jumlah 1.500 tempat duduk di dua balkon dan area orkestra.

Ba-ta-clan memiliki fasad eskterior menyerupai pagoda dan digunakan sebagai teater film pada akhir 1890-an dan awal 1900-an.

Kondisi finansial teater Ba-ta-clan memburuk pada 1930 dan membuat peruntukannya diubah menjadi bioskop pada 1932. Meski begitu, Ba-ta-clan tetap menampilkan drama musikal di dalamnya.

Akibat kondisi tersebut, kapasitas dikurangi menjadi 1.150 tempat duduk. Keterpurukan Ba-ta-clan semakin menjadi setelah kebakaran menghancurkan balkon kedua pada 1933.

Memasuki tahun 1950, Ba-ta-clan semakin terpuruk. Bangunannya berantakan, dan beberapa patung serta dekorasi hilang dicuri.

Fondasi kayu yang menopang bangunan menjadi tak stabil sehingga polisi memerintahkan untuk menutup teater ini.

Renovasi

Pada tahun itu pula, renovasi besar-besaran dilakukan dengan menambahkan kerangka baja baru untuk menggantikan kayu yang dulu menjadi fondasi Ba-ta-clan.

Selain itu, sebuah proyeksi bilik di lantai pertama ditambahkan dan menjadi pelengkap auditorium baru.

Proyeksi bilik itu kental gaya 1950-an dengan tambahan lukisan dinding plester dan 900 kursi baru di lantai dasar.

Fasad Ba-ta-clan yang berbentuk pagoda dihilangkan sehingga dekorasi ala Jepang sama sekali tak tersisa ketika renovasi berlangsung. Renovasi itu membuat Ba-ta-clan memiliki suasana yang baik bagi sebuah gedung bioskop.

Pada akhir 1960-an, peruntukan Ba-ta-clan yang keluar jalur dipermasalahkan, dan manajemen kesulitan menemukan regulasi yang cocok untuk izin kerjanya. Oleh karena itu, bangunan ini sempat ditutup pada 1969.

Pada akhirnya, Ba-ta-clan kembali dibuka oleh mantan penari sekaligus manajer artistik sebagai tempat pertunjukan kabaret.

Sayangnya, hal itu urung membawa kesuksesan bagi Ba-ta-clan yang akhirnya ditutup kembali selama enam tahun.

Tahun 1975, seorang pemilik baru mengubah Ba-ta-clan menjadi sebuah gedung konser dan ballroom. Seiring dengan hal tersebut, sang pemilik kemudian mengubah namanya menjadi Bataclan.

Perubahan fungsi menjadi gedung konser membawa kesuksesan. Kelompok musik sekelas Genesis pun tampil di tempat yang kini juga masih dijadikan panggung teater tersebut.

Bataclan kembali direnovasi pada 1986 dengan menggunakan dana dari Menteri Kebudayaan Perancis.

Lukisan dinding tetap dijaga. Balkon yang selama ini tersembunyi di bawah langit-langit pun dibuka guna memberikan kapasitas yang lebih besar.

Kursi untuk orkestra dibuat sedemikian rupa agar bisa dibongkar pasang sehingga panggung dapat digunakan untuk segala jenis acara.

Tragedi

Saat ini, Bataclan merupakan sebuah tempat konser permanen dengan tambahan sebuah bar dan restoran berdesain eksotis sebagai hasil renovasi.

Tahun 2006, fasad Bataclan direnovasi dengan menampilkan kembali warna orisinalnya. Beberapa desain orisinal khas Jepang tetap berada di ruang tunggu dengan cat putih di atasnya.

Sementara itu, sisa dekorasi aslinya berada di dalam gedung. Berkat gambar dari kartu pos yang dibagikan, menarik rasanya apabila membayangkan betapa impresifnya fasad pagoda Bataclan dulu.

Tiga hari lalu, tepatnya pada 13 November 2015, sebuah tragedi pecah di Bataclan. Saat itu, bangunan bersejarah ini tengah disesaki 1.200 orang yang menyaksikan konser grup band asal San Francisco, Eagle of Death Metal.

Di tengah hiruk-pikuk konser, tiga teroris bersenjata lengkap dan beratribut peledak tingkat tinggi menyelinap ke tengah konser dan menyandera penonton.

Tragedi itu menewaskan 89 orang. Dua teroris tewas dalam peledakan bom bunuh diri, sementara satu lainnya tewas tertembak polisi.

properti.kompas.com