Properti Rio de Janeiro Kian Terpuruk Jelang Olimpiade

Big Banner

Jelang olimpiade musim panas di Rio de Janeiro pada 2016, iklim properti di salah satu kota terbesar di Brasil ini ternyata terus merosot. Sesuatu yang tak sesuai harapan terkait posisinya sebagai tuan rumah ajang olahraga empat tahunan tersebut.

 

“Ini seharusnya menjadi momen bagi Rio untuk tampil di kancah global dengan lebih mentereng,” kata salah satu petinggi perusahaan pengembang terkemukVasconcelos, seperti dikutip dari The New York Times. “Sayang, yang terjadi malah harga properti makin terpuruk.”

 

Yang terjadi saat ini, para pengembang di Brasil seperti mengobral harga agar apartemen yang mereka bangun bisa dilirik konsumen. Aneka tawaran sangat menggiurkan pun mereka umbar.

 

Beberapa di antaranya menawarkan pembebasan biaya perawatan gedung untuk kurun waktu lebih dari satu tahun. Pembebasan biaya perawatan itu diberikan meski pengembang sudah memotong harga jual hingga 50 persen.

 

Ada pula pengembang lain yang menawarkan paket jalan-jalan ke Kota New York. Untuk calon konsumen potensial, pengembang bahkan tak segan memberikan fasilitas perlengkapan apartemen secara cuma-cuma.

 

Masih mengutip berita yang dituliskan The New York Times, kondisi berat yang dialami pasar properti Rio de Janeiro sudah mulai dirasakan dalam waktu satu dekade terakhir. Bahkan, ajang olahraga kelas dunia seperti olimpiade pun tak mampu mendongkrak penjualan.

 

sebelumnya, banyak pengembang yang berharap ada dampak positif terhadap sektor ekonomi Brasil secara keseluruhan sebagai dampak terpilihnya Rio sebagai tuan rumah olimpiade. Belum lagi harapan akan melonjaknya wisatawan asing yang bertandang ke kota tersebut.

 

Alhasil, Rio menghadapi krisi yang kian mengkhawatirkan. Ketersediaan properti yang melimpah lantaran gelaran olimpiade musim panas, berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi yang sedang resesi, dan meningkatnya harga minyak dunia.

 

“Potensi yang kami punya bahkan tak mencapai sepuluh persen,” ujar pengusaha properti lainnya, Carlos Fernando de Carvalho. “Kami sudah siap meluncurkan seluruh proyek, tapi rasanya akan sia-sia. Jumlah konsumen sangat minim.”

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me