PP Properti Kembangkan Grand Dharmahusada Lagoon di Surabaya Timur

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – PP Properti semakin ekspansif dalam mengembangkan proyek-proyek terpadu (mixed use). Surabaya menjadi pusat pengembangan proyek selain proyek lainnya di kawasan Jabodetabek. Proyeknya yang terbaru di Ibukota Propinsi Jawa Timur adalah Grand Dharmahusada Lagoon di Jl Mulyosari, Surabaya timur. Proyek terpadu seluas 4 ha itu menyusul Grand Sungkono Lagoon, proyek mixed use yang dikembangkan PP Properti di Jl Abdul Wahab Siamin Surabaya barat.

Grand Dharmahusada Lagoon

Grand Dharmahusada Lagoon

Grand Dharmahusada Lagoon (GDL) mencakup tujuh tower apartemen akan dilengkapi lifestyle mall dan sejumlah fasilitas kaum menengah urban. Saat ini dipasarkan tower pertama setinggi 41 lantai sebanyak 900 unit. Huniannya terdiri atas tipe studio (24,5 – 29 m2/semigross), 2 kamar (50,8 m2), dan 3 kamar (70 m2). “Harga tipe studio mulai Rp501 juta, sudah termasuk PPN tapi belum BPHTB,” ujar Andreas kepada housing-estate.com pada pembukaan Real Estat Ekspo 2015 di JCC Jakarta, Sabtu (14/11). Real Estat Ekspo 2015 berlangsung pada 14 – 22 November 2015.

GDL akan dikembangkan dalam tiga tahap. Tahap pertama dibangun tiga tower dan mal. Dua tahap berikutnya masing-masing dua menara apartemen. Seperti namanya, di dalam kawasan GDL banyak fitur-fitur air berupa beberapa kolam renang dan danau. Lokasinya di kawasan sudah berkembang dan dekat dengan kawasan elit Dharmahusada Indah. Menuju Galaxi Mall sekitar 2,5 km. Ke kampus ITS dan Poltek Elektornik Negeri kurang dari 10 menit, kampus Universitas Airlangga juga tidak jauh. Akses menuju Bandara Juanda juga mudah karena lokasinya dekat MERR (middle east ring road) yang menghubungkan pusat kota Surabaya dengan kawasan Gunung Anyar di dekat bandara.

Seperti Grand Sungkono Lagoon, GDL juga dikembangkan ramah lingkungan. Bangunan apartemennya mengacu pada konsep greem building dan membangun danau (lagoon) dengan tema tropical lagoon. Air bersih akan disuplai secara internal dengan membuat water treatment di kawasan.

Andreas menjelaskan, pihaknya menawarkan tiga cara pembayaran: tunai keras, tunai bertahap, dan pembiayaan bank (KPA). Pembayaran tunai bertahap selama 24 – 36 kali, untuk KPA uang mukanya 10 dan 30 persen.

housing-estate.com