Jaringan Utilitas Memicu Genangan di Jakarta

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan wilayah Jakarta saat ini lebih siap menghadapi banjir. Serangkaian antisipasi sudah dilakukan seperti menyiagakan lebih dari 3.000 pekerja harian lepas (PHL). Mereka bersiaga 24 jam dalam tiga shift  untuk mengangkut sampah dari perairan dan daratan.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Kita pastikan wilayah yang tergenang akan jauh berkurang dibandingkan sebelumnya, wilayah-wilayah yang kerap tergenang itu juga kita pantau terus. Pembersihan sungai kita instruksikan hingga tingkat kelurahan walaupun masih ada juga aliran sungai yang bermasalah,” ujarnya saat meresmikan acara Hindu Dharma Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.

Saat ini, jelas Ahok, masih terjadi genangan cukup besar ketika turun hujan. Umumnya penyebabnya saluran tertutup oleh jaringan utilitas, seperti kabel listrik, telepon, pipa air, dan sebagainya. Kondisi ini juga diperparah dengan perilaku warga yang masih belum disiplin dan ringan membuang sampah sembarangan.

Karena itu Pemprov DKI akan menyiapkan 30 alat berat seperti eksavator, spider, dan amphibi di titik-titik rawan penimbunan sampah khususnya di pintu-pintu air. Setiap musim hujan volume sampah akan semakin meningkat karena adanya sampah yang terbawa arus dari aliran sungai di hulu kemudian masuk wilayah Jakarta.

“Pokoknya musim hujan kali ini kita lebih siap hadapi banjir walaupun masih akan ada banjir terutama di bantaran kali seperti di kawasan Bukit Duri, Tebet, ini pasti masih banjir kalau hujannya terus menerus. Kampung Pulo juga masih akan tergenang karena normalisasi Ciliwung belum rampung, tapi paling tidak surutnya akan lebih cepat,” pungkasnya.

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me