Kembangkan Kondominium di Puncak Butuh Konsep Khusus

Big Banner

JAKARTA – Pengembangan kondominium di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor membutuhkan konsep khusus. Jika dibangun secara konvensional, akan sulit diterima oleh pasar.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Marketing General Manager Vimala Hills, Zaldy Wihardja, di Jakarta, Selasa (17/11). Respons pasar ditentukan oleh konsep yang ditawarkan oleh pengembang. Tentunya, konsep tersebut harus sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen.

“Kalau sekadar membangun kondominium, sulit diterima pasar. Harus ada konsep khusus, bukan apartemen atau kondominium konvensional,” ujar Zaldy.

Paling tidak, lanjut Zaldy, terdapat tiga konsep yang harus dipenuhi guna mengembangkan unit kondominium di kawasan Puncak. Pertama, berkonsep resort dan berlokasi di kawasan resort. Kedua, bentuk dan karakter bangunan. Ketiga, aksesibilitas. Ketiga konsep tersebut, menurut Zaldy, terdapat di kondiminium Vimala View, yang dikembangkan oleh PT Agung Podomoro Land Tbk.

Kondiminium di kawasan Puncak harus berkonsep resort, karena kawasan ini merupakan daerah tujuan wisata. Konsep tersebut akan bernilai lebih jika berdiri di area resort. “Pasar lebih meminati kondiminium yang berdiri di kawasan resort. Bukan yang berdiri sendiri di pinggir jalan,” ujar Zaldy.

Konsep kedua adalah bentuk dan karakter bangunan. Nilai lebih dari konsep ini akan dirasakan oleh konsumen jika unit yang ditawarkan memberika keuntungan. Misalnya, kata Zaldy, kondiminium tersebut bisa dikembangkan menjadi hotel atau service apartement. Manajemen dan pengelolaan kondimium juga menjadi pertimbangan konsumen sebelum mengambil keputusa. “Vimala View, misalnya, yang nantinya dikelola oleh Pulman,” jelas Zaldy.

Konsep ketiga adalah aksesibilitas. Pasar, kata Zaldy, lebih mengutamakan kondominium yang mudah diakses dan bebas macet. “Orang sudah trauma dengan macet di kawasan puncak. Jika ingin membeli kondiminium, maka yang dipilih yang bebas macet. Apalagi jika lolasinya lebih mudah dicapai dengan jalan tol, dan minim pemakaian jalan arteri,” papar Zaldy.

Investor Daily

Pamudji Slamet/PAM

Investor Daily

beritasatu.com