Properti Paling Diuntungkan Ketika MEA

Big Banner

Masyarakat Ekonomi ASEAN yang secara resmi akan diberlakukan pada akhir tahun 2015, diyakini bakal mengatrol bisnis properti khususnya subsektor hunian.

MEA yang menitikberatkan pada peningkatan bisnis internasional di antara negara-negara ASEAN, memiliki satu karakteristk yakni basis pasar dan produksi tunggal. Hal ini yang akan mendorong pergerakan produk barang, jasa, permodalan/investas dan tenaga kerja secara bebas.

Dengan adanya potensi pergerakan keluar masuk tenaga kerja, diperkirakan akan terjadi peningkatan tenaga kerja asing ke negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Bila dihubungkan dengan sektor properti, maka hunian akan menjadi salah satu sub-sektor properti yang berpotensi menikmati dampak positif pemberlakuan MEA.

Masuknya tenaga kerja asing, akan mendorong terhadap peningkatan permintaan soal tempat tinggal, apakah itu hunian berbasis sewa atau pun strata karena strata-title residential pun juga banyak yang akan disewakan oleh pembelinya.

Dampak MEA terhadap sektor properti hunian akan dapat dirasakan dalam jangka waktu sekitar dua hingga empat tahun mendatang setelah pemberlakuan MEA karena Indonesia masih membutuhkan waktu untuk memenuhi persyaratan menjadi MEA competitive economic region.

Daya kompetisi yang dibutuhkan ini yaitu pembenahan infrastruktur, kebijakan kompetitif, hak kekayaan intelektual, proteksi konsumen, pembenahan sistem perpajakan dan perdagangan dunia maya (e-commerce). Jika semua persyaratan di atas terpenuhi, maka Indonesia akan menjadi negara yang menarik masuk tenaga kerja asing dalam jumlah lebih banyak dari sebelum pemberlakuan MEA sehingga mendongkrak permintaan sektor hunian.

Kondominium

Untuk prediksi sampai akhir tahun 2015, pasokan eksisting kondominium atau apartemen strata di Jakarta akan mencapai 155.889 unit atau melonjak 20.2% dibanding pencapaian kuartal kedua.

Pada kuartal kedua, terjadi penambahan pasokan kumulatif kondominium sebanyak 9.100 unit yang datang dari beberapa proyek, khususnya di daerah Jakarta Selatan. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sehingga menyebabkan tingkat penjualan menurun sebesar 2.5%.

Di prediksi tingkat penjualan keseluruhan akan berada di kisaran 91%-92% sampai akhir 2015.

Sementara harga rata-rata diperkirakan tidak meningkat secara signifikan sejalan dengan lesunya pasar properti secara keseluruhan. Harga rata-rata kondominium Jakarta mencapai Rp 22.9 juta per meter persegi dan diprediksi meningkat 5%-8% sampai akhir tahun 2015.

Dapat dikatakan belum ada indikasi yang signifikan sehubungan dengan diberlakukannya MEA 2015. Dengan kata lain, performa sektor properti residensial masih lebih dipengaruhi oleh melambatnya sektor properti, seiring dengan lesunya perekonomian.

Di kondisi lain, banyak developer masih optimistis bahwa properti bisnis Indonesia dapat bersaing dengan para kompetitor dari negara-negara lainnya. Oleh karena itu perlunya pengalaman yang cukup, sehingga developer Indonesia juga diprediksi akan mudah memperoleh dana pinjaman untuk mengembangkan bisnis propertinya. Dana pinjaman tersebut dapat diperoleh dari bank atau pengusaha asing di ASEAN. Dengan adanya suku bunga dari dana asing yang lebih murah ditunjang dengan proses yang cepat akan membuat usaha properti Indonesia semakin berkembang pesat.

Selain itu, MEA juga dapat berpengaruh dalam mencari pengusaha asing untuk berinvestasi di sektor bisnis properti Indonesia. Dengan harga lahan yang relative murah dibandingkan dengan negara lannya akan membuat harga properti di Indonesia juga menjadi lebih murah, sehingga ketertarikan untuk membeli properti Indonesia akan semakin meningkat. Apabila MEA sudah berjalan dengan baik, maka properti Indonesia pun diharapkan akan mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN.

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mampu memberikan dampak yang positif bagi sektor industri properti di Indonesia. MEA sangat berpotensi sekali untuk mendongkrak jumlah masyarakat luar negeri ke Indonesia. Kondisi ini diperkirakan akan melonjak signifikan pada tahun-tahun ke depan sudah dipastikan akan memicu animo kebutuhan akan hotel, guest house, resort atau pun apartemen untuk disewakan. Dengan demikian industri hotel, apartemen, resort pasti akan meningkat. Selain itu sektor lain seperti gudang, kawasan industri dan perkantoran juga akan ikut terdongkrak oleh MEA, tenaga kerja yang dibutuhkan juga akan semakin meningkat karena akan banyak investor yang melakukan ekspansi usaha di Indonesia.

rumah123.com