PU-PeRa: 2016, Rumah Murah Fokus di Jawa Barat

Big Banner

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, lewat Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Maurin Sitorus mengatakan bahwa pada tahun 2016, fokus mereka adalah mengadakan rumah murah di kawasan Jawa Barat. 

“Untuk lokasi, Jawa Barat masih menjadi fokus utama rumah murah karena dari tahun ke tahun, backlog terbesar selalu di Jawa Barat. Terhitung, ada sekitar 300 ribu backlog,” ucap Maurin kepada Rumahku.com.

Ditemui pada pembukaan Real Estat Ekspo 2015 (14/11) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Maurin membeberkan, 40 persen penyaluran FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) akan diterima Jawa Barat, 10 persen untuk Banten, 7 persen Jawa Timur, 6 persen Kalimantan Selatan, 5 persen Jawa Tengah, dan 4,5 persen Sumatera Selatan. Sementara sisanya, akan dibagi-bagi menurut kebutuhan. 

“Kebutuhan rumah murah untuk MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) terus meningkat, tahun depan bahkan lebih tinggi dari tahun ini,” lanjut Maurin.  

Program seribu rumah murah, kata Maurin, pada tahun 2016, proyeksinya adalah 700 rumah untuk MBR dan 300 rumah untuk non MBR. Berbeda dengan tahun 2015 ini yang perbandingannya 600 MBR : 400 non MBR. 

Hingga kini, pembangunan rumah murah serta fasilitas memang kurang tersosialisasi dengan baik. Sehingga golongan MBR agak kesulitan untuk memiliki hunian.  

Syarif Burhanudin, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian PU-PeRa menambahkan bahwa ke depannya, dalam satu kawasan perlu adanya hunian murah dan mahal.  

“Selain untuk sosialisasi rumah murah, masyarakat MBR juga nantinya akan dapat fasilitas yang memadai dan bisa hidup berdampingan dengan golongan menengah-atas, itu harapan kami. Tapi, beberapa pengembang mengatakan bahwa golongan menengah-atas butuh privacy,” pungkas Syarif.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me