Perhotelan Dorong Kenaikan Permintaan Properti Komersial

Big Banner

Bank Indonesia (BI) melansir sektor perhotelan menjadi pendorong permintaan properti komersial hingga September 2015.

Laporan Perkambangan Properti Komersial yang diterbitkan Bank Indonesia menunjukkan, indeks permintaan properti komersial mengalami kenaikan 13,4% secara tahunan pada kuartal III 2015, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahunan pada kuartal II 2015 sebesar 12,4%.

Laporan BI menunjukkan, kenaikan permintaan properti komersial tertinggi dicatat sektor perhotelan yang membukukan pertumbuhan okupansi yang signifikan. BI merekam, okupansi perhotelan tumbuh 23,63% pada kuartal III 2015, jauh lebi tinggi dibandingkan dengan kuartal II 2015 yang mengalami koreksi 1,03%.

“Kenaikan permintaan yang tinggi sejalan dengan adanya pelonggaran aturan penyelenggaraan MICE di hotel, terutama untuk instansi pemerintahan,” tulis BI dalam laporan yang dikutip Bisnis.com.

Sebagaimana diketahui, pada 1 April 2015, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi teleh menerbitkan Peraturan Menteri PAN-RB No.6 Tahun 2015 yang melonggarkan pembatasan kegiatan pertemuan/rapat di luar kantor pemerintahan.

Peningkatan kinerja sektor perhotelan juga tercermin dari tingkat keterisian atau okupansi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, per Agustus 2015 tingkat keterisian kamar hotel rata-rata di 27 provinsi mencapai 55,61%, lebih tinggi dibandingkan posisi Agustus 2014 sebesar 52,02%. Level ini juga secara konsisten juga menanjak sejak 2012. (as)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me