Prospek Properti Kuartal IV-2015 – Property

Big Banner

JAKARTA – Dalam hitungan jari, bulan di 2015 akan berakhir. Lalu berganti tahun memasuki 2016 yang dikenal dengan tahun Monyet Api.

Saat ini pertumbuhan harga properti residensial pada triwulan III-2015 melambat, baik secara triwulanan maupun tahunan.

“Harga dan volume penjualan properti residensial masih menunjukkan perlambatan dan diperkirakan berlanjut pada triwulan IV-2015,” demikian seperti dikutip dari hasil Survei Bank Indonesia mengenai Harga Properti Residensial, Senin (16/11/2015).

Kenaikan harga properti residensial yang melambat diperkirakan masih akan berlanjut pada triwulan IV-2015. Pada triwulan IV-2015, indeks harga properti residensial secara triwulanan (qtq) masih mengalami kenaikan (0,40 persen, qtq), namun melambat dibandingkan 0,99 persen (qtq) kenaikan harga rumah pada triwulan 111-2015. Kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi pada rumah tipe besar (0,26 persen, qtq).

Berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah yang melambat diperkirakan terjadi di Jabodebek-Banten (0,00 persen, qtq), dan Balikpapan (0,01 persen, qtq). Kenaikan harga properti residensial yang melambat juga diperkirakan terjadi secara tahunan (yoy).

Pada triwulan IV-2015 harga properti residensial meningkat 4,27 persen (yoy), melambat dibandingkan 5,46 persen (yoy) kenaikan harga pada triwulan sebelumnya.

Dilihat berdasarkan tipe bangunan, kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi pada rumah tipe besar (2,98 persen). Sementara berdasarkan wilayah, kenaikan harga rumah terendah diperkirakan terjadi di Pontianak.

(rzk)

property.okezone.com