Bank BTN Perkuat Daya Saing Menjelang Diberlakukannya MEA

Big Banner

JAKARTA, jktproperty.com – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memperketat pelaksanaan good corporate governance (GCG) di lingkungan perusahaan. Hal ini dilakukan sebagai salah satu strategi memperkuat daya saing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Langkah itu sejalan dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sudah merilis roadmap GCG sebagai pedoman perusahaan publik.

“Penerapan GCG jangan hanya di tingkat nasional saja, tapi diharapkan juga setingkat di level internasional. Langkah itu dilakukan agar Indonesia bisa menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Bank BTN memperkuat daya saingnya menjelang MEA dengan menerapkan GCG secara ketat‎,” ujar Dirut Bank BTN Maryono di Jakarta.

Dia mengatakan penerapan GCG menjadi tantangan tersendiri dalam mengahadapi MEA yang akan berlaku akhir 2015. Untuk menghadapi MEA setiap perusahaan harus memiliki daya saing yang tinggi. “Penerapan GCG akan melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga bisa bersaing baik nasional maupun internasional,” katanya.

Menurut Maryono, penerapan GCG di BTN sudah sangat baik, hal ini ditandai dengan berbagai penghargaan yang diterima perseroan. Salah satunya dari ajang Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Governance Award dan Asean Corporate Governance and Award.

“Dalam menghadapi MEA, kita hadapi tantangan dimana akan ada daya saing. Kita harus perkuat daya saing, karena akan adanya pemain baru di Indonesia. Maka dari itu, kita sesuaikan GCG di nasional maupun Internasional,” tegasnya.

BTN sendiri dalam mendapatkan penghargaan GCG di ASEAAN memerlukan waktu tiga tahun. Sepanjang waktu itu terbilang tidak sebentar.‎ Namun, BTN telah membuktikan dengan memperoleh penghargaan bank terbaik dan satu-satunya yang mewakili bank BUMN di Indonesia dalam penerapan GCG di kelompok ASEAN.

“Kami sebagai pelaku miliki pengalaman yang cukup dalam memenuhi ketentuan yang disusun OJK. Selama tiga tahun kita punya improvement yang luar biasa, sehingga penilaian GCG kita masuk dalam Internasional,” tutur Maryono.

Sebelumnya, Direktur BTN Irman A Zahiruddin mengatakan, BTN menargetkan zero fraud (tidak ada penyimpangan) dalam operasional perusahaan. Untuk mencapai hal tersebut salah satu yang dilakukan perseroan dengan mengintegrasikan sistem governance risk management and compliance (GRC).

Zero fraud itu adalah target semua bank termasuk BTN. Tahun ini GCG dan Risk Management di BTN mau diintegrasikan menjadi namanya integrated GRC,” katanya.

Menurut Irman, risk management sebagai pilar kedua dari bank prosesnya harus memberikan nilai tambah kepada bisnis bank. Salah satunya dalam pelaksanaan proses kredit melalui dua jalur yakni melihat kelayakan bisnis dan menganalisa cashflow nasabah. “Kenyataannya pelaksanaan fraud itu juga makin canggih dan oleh karenanya harus diikuti dengan security sistem bank yang canggih. Dan BTN sudah mengimpementasikan itu dalam pelaksanaan proses bisnisnya,” tegas Irman.

Irman mengungkapkan, dengan integrasi GRC dan transformasi kultur di seluruh lini diharapkan pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelas internasional dapat diimplementasikan secara menyeluruh di BTN. “Intinya bagaimana kita bisa meningkatkan integrasi ini dengan dampak yang maksimum di bank BTN,” katanya. (EKA)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me