Gandeng Starwood, Marriott yang Terbesar di Dunia

Big Banner

Marriott International, grup mengumumkan langkahnya mengakuisisi sebuah brand besar lainnya, yakni Starwood Hotels & Resorts, Senin (16/11) waktu setempat.

Grup hotel yang berbasis di, Bethesda, Maryland, Amerika Serikat ini merogoh kocek sebesar 12,2 miliar dolar AS. Angka terbesar kedua dalam sejarah setelah pembelian grup Hilton oleh Blackstone Group pada 2007 silam dengan harga 26 miliar dolar AS.

“Ini merupakan langkah besar bagi Marriott,” kata Presiden dan CEO Marriott International, Arne M. Sorenson, seperti dikutip dari Washington Post. “Di Starwood, kami melihat banyak aspek yang sejalan dengan bisnis Marriott.”

Menyatunya kedua grup tersebut tentu saja menjadikan mereka sebagai jaringan hotel terbesar di dunia. Grup yang akan berpusat di markas Marriot itu akan memiliki setidaknya 5.500 properti yang tersebar di seluruh dunia. Mereka pun akan menjadi satu-satunya perusahaan yang mengelola lebih dari satu juta kamar hotel.

Sorenson menambahkan, mketertarikan Marriott pada Starwood adalah kepopulerannya di kalangan pecinta jalan-jalan di seluruh dunia. Seperti diketahui, Starwood membawahi beberapa brand hotel ternama seperti St. Regis, Westin, dan Sheraton.

“Untuk bisa meraih kesuksesan yang utuh, saat ini, diperlukan penyebaran hotel dengan ragam pilihan harga di seluruh dunia,” kata CEO Starwood Hotels & Resorts, Adam Aron. “Saat ini, ukuran (perusahaan) memang menjadi faktor utama sebuah keberhasilam.”

Penyatuan kedua grup ini akan membawahi 30 nama hotel, 1,1 juta kamar, dengan pendapatan pertahunnya mencapai 2,7 miliar dolar AS. Menyusul adalah Hilton Worldwide yang akan menjadi hotel berjaringan terbesar kedua di dunia dengan 4.400 properti, 731 ribu kamar, dan pendapatan tahunan sebesar 10,5 miliar dolar AS.

Akuisisi ini, lanjut Sorenson, membuatnya optimis akan perkembangan Marriott di tahun-tahun ke depannya. Salah satunya adalah kemudahan dalam mengelola hotel-hotel yang sudah ada, ataupun membuka jaringan terbarunya.

Biaya operasional pun dipastikan akan lebih efektif. Setidaknya, lanjut Sorenson, pihaknya akan memotong biaya operasional sebesar 200 juta dolar AS setiap tahunnya.

Sorenson dipastikan akan menjadi presiden dan CEO grup tersebut. Sementara untuk dewan direksi akan bertambah menjadi 14 orang dengan memasukkan beberapa petinggi Starwood. “Dengan menjadi besar, hotel-hotel kami akan memberikan pelayanan yang semakin baik.”

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me