Penetrasi Pasar, Moizland Development Incar Segmen Komunitas

Big Banner

Jakarta – Moizland Development menggelar kegiatan “Embrace China” dengan tujuan memperkenalkan budaya Tiongkok di Indonesia. Dalam acara ini Moizland Development mengandeng Asosiasi Anhui di Indonesia, mereka kebanyakan berlatar belakang para pebisnis yang jumlahnya lebih kurang seribu orang. Selain pagelaran budaya, Moizland juga memperkenalkan proyek perdana mereka, Palm Regency yang berada di Kota Tangerang, Banten.

“Lewat acara ini, kami bertujuan untuk memberikan kepercayaan pada investor dalam berinvestasi di proyek Palm Regency. Pasar yang dituju adalah pasar komunitas yang memiliki potensi buyer yang kuat,” jelas CEO Moizland Development, Chandra Goetama, dalam siaran persnya, Kamis (19/11).

Moizland Development, lanjut dia, melihat pasar komunitas sangat kuat dan tentunya lebih mudah memasarkannya. Apalagi seperti acara yang diadakan di Balai Kartini yang mendatangkan konsumen dengan latar belakang pengusaha tentunya akan mudah menawarkan produknya karena mereka pasar yang melek investasi.

“Masih dalam program memperkenalkan produk yang kami kembangkan, rencananya kami akan kembali menggelar VIP Customer Gathering di Sun City Executive Lounge pada 27 November mendatang. Selain itu, kami juga akan mengadakan pameran di Living World Alam Sutera mulai tanggal 1 hingga 7 Desember mendatang,” tambah Chandra.

Terkait kondisi pasar yang saat ini masih belum kondusif, lanjutnya, pihak pengembang melihatnya bukan sebagai halangan untuk mengembangkan proyek. Justru, kata Chandra, saat normal pengembang baru dan pengembang kecil tak akan mampu bersaing dengan pengembang besar yang telah mapan.

“Saat pasar properti lesu, pengembang besar akan mengerem penjualan. Tapi kami membangun sekarang, sehingga saat pasar sudah kembali membaik, proyek kami sudah eksis,” terang Chandra.

Lewat strategi tersebut, Palm Regency ditargetkan pada tahun pertama penjualannya sudah harus terjual 350 unit. Saatnya ini penjualan Palm Regency terus meningkat, diperkirakan hingga akhir tahun akan terus meningkat.

“Selain memasarkan ke segmen komunitas, Moizland Development juga akan melakukan penetrasi pemasaran ke area pusat belanja ternama yang memiliki potensi buyer,” imbuh Chandra.

Seperti diketahui, proyek Palm Regency dikembangkan di atas lahan 4.241 meter persegi, terdiri dari dua menara apartemen dengan kapasitas 1.138 unit. Pada bagian bawah, tower dilengkapi dua lantai ruang retail mall seluas 4.000 m2. Tipe yang ditawarkan yakni studio (23,5 M2), satu kamar tidur (42,5 M2), dan dua kamar tidur (60,75 M2) dengan harga jual mulai Rp 300 jutaan hingga Rp 891 juta per unit.

Untuk mempermudah konsumen dalam memiliki unit di Palm Regency, Moizland Development memberikan fasilitas tunai bertahap (installment) tanpa uang muka dengan tenor 24 bulan dan 36 bulan.

Selain itu Palm Regency memiliki delapan fasilitas unggulan, seperti fiber optik di setiap unit, ultra high speed Wi-Fi di area publik, panic buttom dan interkom di setiap unit, ladies parking, green building, feeder bus, lift access, dan international standard nursery.

Feriawan Hidayat/FER

BeritaSatu.com

beritasatu.com