Okupansi Hotel Bogor Terus Turun.Kenapa?

Big Banner

Bogor – Sepanjang dua tahun terakhir, tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel di Kota Bogor terus turun. Ada ketidakseimbangan antara pasokan kamar dan permintaan pasar.

Direktur dan General Manager Corporate Padjadjaran Suites Hotels Indonesia (PSHI) Group Aan Kristiawan mengatakan, pada 2014, okupansi regional Bogor berada di angka 68,6%. Selanjutnnya, pada 2015 turun menjadi 55-60%. “Dan pada 2016, akan turun lagi menjadi 50-55%,” jelas Aan saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (19/11).

Pertumbuhan permintaan pasar hanya bertengger di angka 20-30%. Sedangkan pertumbuhan pasokan melonjak di angka 56%. Ketidakseimbangan itu, menurut Aan, berpengaruh langsung terhadap tingkat okupansi regional.

Pada 2015, lanjut Aan, terdapat sembilan hotel yang beroperasi di Kota Bogor. Hotel-hotel tersebut menyebar dari bintang dua hingga empat. Kemudian, pada 2016 akan ada tambahan enam hotel baru. Dengan demikian, pada 2016 akan ada 15 unit hotel berbintang yang beroperasi di Kota Bogor.

Aan menambahkan, sampai Juni 2015, terdapat 1.640 unit kamar hotel. Selanjutnya, sampai Juni 2016, akan ada tambahan 840 unit kamar baru. “Pertumbuhanya sekitar 56%,” tegas Aan.

Selama ini, 90% lebih pasar hotel berasal dari Jakarta. Seperti pasokan kamar, permintaan pasar juga bertumbuh. Hanya saja, seperti disinggung sebelumnya, pertumbuhan itu hanya 20-30%, jauh di bawah pertumbuhan pasokan kamar yang mencapai 56%. “Pertumbuhan permintaan pasar, salah satunya, dipengaruhi oleh aksesibilitas dan infrastruktur. Saat ini, aksesibilitas menuju Bogor semakin baik, “ kata Aan.

Investor Daily

Pamudji Slamet/PAM

Investor Daily

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me