SMRA Siap Menuai 800 Miliar Dari Proyek Bandung, Saham Konsolidasi

Big Banner

PT Summarecon Agung Tbk.(SMRA) yang baru-baru ini mengumumkan akan meluncurkan obligasi senilai 500 miliar pada bulan Desember nanti dan juga mendapat restu dari pemerintah kota Bandung membangun kota terpadu di Bandung Timur, merencanakan ekspansi kota terpadu  luar pulau Jawa  dengan membangun proyek tersebut diatas lahan seluas 170 hektar di Makasar, Sulawesi Selatan.

Proyek Summarecon di Makasar tersebut akan dimulai pada tahun 2016 dan perusahaan menargetkan akan mendapat penjualan sekitar Rp800 miliar tahun depan. Untuk proyek Summarecon Bandung, perusahaan akan mulai meluncurkan resmi proyek tersebut ke publik pekan depan juga ditargetkan akan mendapat penjualan Rp800 miliar tahun ini dengan tahap pertama luncurkan 2 klaster. Setiap klaster terdiri dari 600 rumah yang dihargai @Rp2 miliar.

Dengan nilai penjualan proyek Summarecon Bandung ini maka diharapkan kinerja keuangan perusahaan pada kuartal terakhir akan meningkat setelah periode semester pertama lalu keuntungan perusahaan properti ini merosot dibandingkan tahun sebelumnya.

Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Kamis (19/11/15) saham SMRA berhasil masuk jajaran top gainer dengan posisi saham kini   menguat 4,6% pada level 1480 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 1415. Hingga kini   volume perdagangan saham sudah  mencapai 292 ribu lot saham.

Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham SMRA sejak 3 pekan bergerak konsolidasi. Terpantau indikator MA masih  bergerak datar dan indikator Stochastic konsolidasi di area tengah.  Diperkirakan saham SMRA masih berpotensi kuat secara teknikal oleh ADX yang bergerak naik,  rekomendasi tradingnya sementara ada di kisaran Support Rp1401  dan kisaran Resistance Rp1485.

 

 

 

Lens Hu/VBN/VMN/Analyst Vibiz Research Center
Editor : Asido Situmorang

vibiznews.com