Infrastruktur Dongkrak Pertumbuhan Properti di Manado

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Manado, Sulawesi Utara, bakal menjadi salah satu kota paling prospektif di Indonesia timur. Kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berorientasi ke laut akan menempatkan kota-kota pantai seperti Manado lebih cepat berkembang. Menurut Ervan Adi Nugroho, Presiden Direktur Paramount Land, Manado bakal terkena dampak langsung dari pengembangan pelabuhan Bitung yang akan dijadikan pelabuhan internasional.

Paramount Hills

Gate Paramount Hills

Bitung merupakan kota kecil di pantai timur. Dari Manado yang berada di pantai barat sekitar 40 km, kurang lebih satu jam perjalanan. Apabila pelabuhan internasional itu terwujud yang paling siap menyambut Kota Manado. Infrastruktur dan fasilitas publik jauh lebih siap dari Bitung. Selain itu Manado juga punya potensi pariwisata yaitu Taman Nasional Bukanen, selain menjadi pusat pemerintahan propinsi. Potensi inilah yang dilirik Paramount Land dengan mengembangkan Paramount Hills Manado.

Proyek perumahan seluas 20,8 ha ini dikembangkan secara terintegrasi. Selain residensial di dalamnya akan dilengkapi hotel, pekantoran, pusat gaya hidup (lifestyle senter), kuliner dan area komersial seluas 3,5 ha.  Ervan menyatakan, pembangunan Pelabukan Bitung dan pengembang pariwisata akan meningkatkan pasar properti Manado. “Nanti kalau pelabuhan internasional ini beroperasi aktifitas ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, akan dipindahkan ke Pelabuhan Bitung,” ujarnya kepada housing-estate.com usai peluncuran Paramount Hills Manado, di Manado Town Square, Saerio, Manado, Rabu (18/11).

Tak hanya itu, kawasan Manado juga diuntungkan dengan rencana pembangunan jalan tol laut Manado – Bangka Belitung, serta keseriusan pemerintah mengelola Manado menjadi destinasi wisata dari Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan. Parjalanan dari Jepang ke Manado hanya 3,5 jam.

Pengamat properti sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan,  pembangunan properti di Manado bakal semakin berkembang apabila rencana pembangunan MORR atau Ring Road III Malalayang – Winangun serta jalan tol Manado – Bitung terwujud. Jalan tersebut akan menunjang Manado sebagai kota bisnis. “Manado itu ibarat diamond  yang belum tersentuh maksimal. Infrastrukturnya belum dikelola secara total. Ketika sejumlah rencana tadi terpenuhi potensinya akan naik. Karena properti tanpa dukungan infrastruktur itu bohong,” ujarnya.

Manado merupakan kota ketiga yang digarap Paramount Land setelah Paramount Serpong di Gading Serpong, Tangerang, Banten (1.000 ha) dan Paramount Village, Semarang, Jawa Tengah (9 ha). Selain faktor infrastruktur, potensi pasar properti bakal tumbuh didorong pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi 6 persen. Populasinya memang tidak besar, kurang lebih 500 ribu jiwa dengan tingkat pertumbuhan penduduk satu persen per tahun.

Kendati populasinya tidak seberapa besar Manado menjadi etalase masyarakat Indonesia timur. Orang-orang sukses di Indonesia timur seperti Maluku dan Papua selalu ingin punya bisnis dan menyekolahkan anaknya di Manado. “Inilah potensi pasar yang cukup besar untuk menyerap produk kami,” imbuh Ervan.

housing-estate.com