Kebijakan LTV Dorong Pertumbuhan Penjualan Properti

Big Banner

Semarang – Kebijakan relaksasi “loan to value” (LTV) kredit properti yang diberlakukan pada pertengahan Juni 2015 mendorong pertumbuhan penjualan properti residensial di Jawa Tengah (Jateng).

“Peningkatan penjualan khususnya terlihat pada rumah tipe menengah. Kondisi ini tercermin pada penjualan rumah tipe menengah pada triwulan III 2015 yang meningkat sebesar 13,53 persen dibandingkan triwulan II,” kata Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah V Jawa Tengah-DIY Iskandar Simorangkir melalui keterangan resminya di Semarang, Jumat (20/11).

Dari sisi pembiayaan, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah tipe menengah juga mengalami peningkatan yang cukup besar pada Juli dan Agustus 2015 masing-masing sebesar 12,37 persen dan 9,49 persen secara tahunan.

Selanjutnya, untuk indeks harga properti residensial (IHPR) pada triwulan IV tahun ini diperkirakan masih akan meningkat di kisaran level 190,87.

Hal ini diperkirakan didorong oleh masih cukup tingginya permintaan masyarakat terhadap rumah yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Di sisi lain, sejumlah faktor yang memacu tingginya kebutuhan rumah jadi di antaranya lahan hunian yang mulai terbatas serta tingginya harga bahan bangunan dan upah pekerja di sektor bangunan.

Sementara itu, untuk harga properti di Jawa Tengah pada triwulan III tahun 2015 terpantau masih mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari IHPR periode tersebut yang tercatat sebesar 190,32 atau naik 11,80 persen secara tahunan.

Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan indeks 11,03 persen dibandingkan pada peningkatan di triwulan II tahun 2015. Secara triwulanan, IHPR juga terpantau mengalami peningkatan yaitu sebesar 1,92 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Peningkatan indeks ini sejalan dengan IHPR nasional yang juga mengalami peningkatan sebesar 5,46 persen menjadi 188,65 serta PDRB Provinsi Jawa Tengah untuk sektor konstruksi yang tumbuh sebesar 7,89 persen untuk ‘year on year‘,” katanya.

Menurut dia, peningkatan indeks harga tersebut terjadi di seluruh tipe rumah, dengan kenaikan indeks terbesar terjadi pada rumah tipe kecil yaitu sebesar 28,12 persen untuk “year on year” (yoy), diikuti rumah tipe menengah dan besar masing-masing meningkat 4,56 persen (yoy) dan 3,71 persen (yoy).

Sedangkan jumlah unit rumah yang dibangun pada triwulan III secara umum tercatat mengalami peningkatan sebesar 10,12 persen dibandingkan dengan persediaan pada triwulan II.

“Peningkatan jumlah unit rumah yang dibangun sejalan dengan konsumsi semen Jawa Tengah yang juga meningkat di triwulan III. Peningkatan pasokan unit rumah ini terjadi untuk rumah tipe menengah dan kecil,” katanya.

/FER

ANTARA

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me