Tol Baru Juga Picu Melonjaknya Harga Tanah di Bekasi – Property

Big Banner

JAKARTA – Pertumbuhan properti Bekasi yang tumbuh secara masif sejak tiga tahun telah membuat Bekasi menjadi buruan para pengembang apartemen. Tidak heran, jika harga tanah di kota penyangga Ibu Kota Jakarta dan kawasan industri Cikarang ini menjadi mahal.

Kepala Dinas Tata Kota Bekasi, A Koswara, mengatakan kenaikan harga tanah selain banyaknya pembangunan apartemen, dipicu juga oleh banyaknya proyek infrastruktur yang akan melewati Bekasi.

“Harga tanah itu dipengaruhi juga proyek-proyek pembangunan yang tengah dikerjakan seperti jembatan layang, jalan tol dan LRT, semua ini ikut mempengaruhi peningkatan harga tanah di Bekasi,” jelas Koswara kepada Okezone.

Untuk diketahui, Kota Bekasi memiliki luas wilayah 21.000 ha dengan bagian tata ruang 9.500 ha. Saat ini sisa ruang pembangunan perumahan hanya 1.700 ha, oleh sebab itu hunian paling tepat untuk dibangun di sisa lahan adalah hunian vertikal atau lebih tepatnya apartemen.

Salah satu infrastruktur yang tengah di kembangkan di kawasan tersebut adalah Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Jalan tol berkonstruksi layang ini dibangun di atas sungai Kalimalang di kota Jakarta Timur dan Bekasi untuk mengurai kemacetan di sekitar Kalimalang.

Jalan tol Becakayu menelan biaya investasi Rp 7,2 triliun, biaya konstruksi Rp 4,785 triliun, biaya pembebasan tanah Rp 449 miliar, dan masa konsesi 45 tahun (sejak SPMK).

(mrt)

property.okezone.com