Yogyakarta Defisit Hunian 100 Ribu Unit

Big Banner
PerumahanPerumahan

Propertinet.com – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Daerah Istiwewa Yogyakarta mencatat jumlah defisit hunian atau backlog di Kota Pendidikan tersebut mencapai 100.000 unit.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan ESDM D.I. Yogyakarta Rani Siamsinarsi mengatakan, tahun ini ada empat pengembang yang mendapatkan subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dan sebanyak 880 unit sudah terjual habis.

Lokasi perumahan tersebar di Kulonprogo, Bantul, dan Gunungkidul. Ke depan kebutuhan rumah subsidi akan semakin meningkat mengingat di Yogyakarta berkisar 100.000 rumah.

Rencana pada 2016, terdapat proyek sebanyak 900 unit akan dibangun oleh empat pengembang yang berlokasi di Gunungkidul dan Bantul.

           Baca Juga!

 

Menurut Rani, hampir sama di dengan kota-kota lainnya, tantangan yang terbesar di DIY dalam menyediakan rumah murah saat ini adalah ketersediaan lahan dengan harga terjangkau.

“Pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR harga tanahnya tidak boleh lebih dari Rp 250 ribu/m2. Sementara untuk mendapatkan tanah dengan harga itu di DIY semakin sulit,”ujarnya.

Walaupun begitu, dia mengatakan kalau daerahnya memperlihatkan peningkatkan penyerapan dana FLPP secara signifikan. Dana FLPP pada 2010 sebesar Rp797 juta tersalur untuk 25 unit rumah. Selanjutnya, pada 2011 sejumlah Rp11,1 miliar diperuntukkan bagi pembelian 365 unit hunian.

Pada 2013 sebesar Rp16,6 miliar digunakan untuk 347 unit, sedangkan pada 2014 mengalami penurunan menjadi Rp4,2 miliar untuk 81 unit. Adapun total penyaluran FLPP dalam kurun waktu 2010 – 2014 ialah sebesar Rp39,7 miliar untuk 1.010 unit.

propertinet.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me