Program Dua Anak Pengaruhi Sektor Properti China

Big Banner

KOMPAS.com – Sejak diterapkannya kebijakan satu anak pada akhir tahun 1970-an, tingkat kelahiran di China menjadi rendah.

Laporan Pengembangan Sosial dan Populasi 2014 rilisan Komisi Reformasi dan Pengembangan Nasional pada 31 Juli 2015 silam menunjukkan penurunan tingkat kelahiran dari 2,33 persen menjadi 1,21 persen sejak 27 tahun terakhir.

Angka itu merupakan salah satu yang terendah di Asia dan bahkan juga lebih rendah dari Amerika Serikat dengan tingkat kelahiran mencapai 1,3 persen.

Di sisi lain, China kini memasuki era “masyarakat tua.” Menurut data Biro Statistik Pemerintah, ada 202 juta orang berusia 60 tahun ke atas pada tahun 2013.

Jumlah itu merupakan 14,9 persen dari total populasi China dan semakin meningkat menjadi 212 juta orang pada tahun 2014 atau 15,5 persen dari total populasi penduduk. Situasi ini tentunya semakin mengkhawatirkan bagi negeri tirai bambu tersebut.

Akibatnya, jumlah tenaga kerja pun ikut menurun. Selama tiga tahun, dari 2012 hingga 2014, jumlah tenaga kerja dengan rentang usia 16-60 tahun turun menjadi hanya 9,6 juta orang.

china daily Properti China.

Keluarga Berencana

Keluarga berencana merupakan masalah jangka panjang yang membutuhkan banyak waktu sebelum bisa menunjukkan manfaatnya, meskipun dalam hal itu pemerintah sangat mendukung.

China telah memperkenalkan kebijakan percontohan pada 2013 dengan memungkinkan pasangan untuk memiliki dua anak dari sebelumnya satu anak.

Komisi Perencanaan Kesehatan dan Keluarga Nasional pernah memperkirakan 11 juta pasangan usia subur akan melahirkan 1 sampai 2 juta bayi tiap tahunnya, namun angka sebenarnya justru menunjukkan kebalikannya.

Rendahnya tingkat kesadaran terhadap kebijakan percontohan itu membuat pemerintah harus memberikan dukungan lebih kepada rakyatnya.

Misalnya dengan meningkatkan perawatan kesehatan, pendidikan, fasilitas umum, dan paling penting hukou atau status kediaman resmi untuk menjadikan kebijakan itu efektif.

Kebijakan dua anak tiap keluarga diperkirakan akan memberikan 5 juta sampai 6 juta kelahiran bayi tiap tahunnya.

www.shutterstock.com Ilustrasi.

Konsep pengembangan

Namun, berdasarkan kebijakan percontohan sebelumnya, pemerintahan China akan mengantisipasi peningkatan total kelahiran baru dari 16 juta ke 19 juta pada 2016.

Penambahan populasi dari program dua anak diperkirakan bakal menciptakan permintaan tambahan untuk perumahan.

Dengan melihat ukuran rumah tangga rata-rata yang mencapai angka 3,02 dan rasio kepemilikan hingga 70 persen, bakal ada permintaan baru sebanyak 4,4 juta unit tiap tahunnya atau sekitar 440 juta meter persegi termasuk untuk permintaan peningkatan, penggantian, dan investasi.

Dari sudut pandang pasar properti, permintaan perumahan sangat didukung kelahiran baru dengan penyerapan tahunan mencapai angka 50 persen.

Dampak dari kebijakan dua anak itu diharapkan mampu menumbuhkan permintaan perumahan sebanyak 8 persen tiap tahunnya.

Pada tiga kuartal pertama, penjualan rumah di 25 kota teratas China telah meningkat 28,6 persen dan 15,3 persen di masing-masing kota tersebut.

Namun, penjualan di sisa kota lainnya hanya naik 3 persen dan harganya telah jatuh 1,3 persen.

Standar hidup yang tinggi memungkinkan mayoritas anak-anak kedua memiliki masa depan, setidaknya dalam 15 hingga 20 tahun mendatang ketika mereka memasuki usia kerja.

Situasi tersebut seolah menjadi penyulut ledakan urbanisasi yang menjadi inisiatif lain pemerintah China.

Dukungan fasilitas umum, kebijakan demografi di hukou, dan rencana transformasi industri akan membuat kota-kota kecil di China segera berubah menjadi kota-kota mandiri.

Bloomberg Nyaris separuh dari 120 kota di China menghadapi risiko bubble properti.

Para pengembang di China pun mulai memikirkan rencana masa depan untuk membangun proyeknya. Rencana pertama adalah membuat hunian dengan ruang tambahan dari yang tadinya 2-3 kamar tidur menjadi 3 hingga 4 kamar tidur.

Rencana kedua adalah dengan memaksimalkan fungsi tata letak dan fasilitas komunal. Rencana ini meliputi pembuatan ruangan-ruangan dalam tempat tinggal yang bisa diubah sesuai kebutuhan keluarga.

Selain itu, pengembang juga akan memulai pembangunan fasilitas-fasilitas umum lebih komprehensif di sekitar tempat tinggal keluarga.

Para pengembang diharapkan tak hanya membangun perumahan atau fasilitas umum, tetapi juga fasilitas pendidikan.

Hal itu didasari oleh inisiatif pemerintah China yang ingin menyediakan sekolah untuk kecocokan kebijakan demografi yang ada.

Karenanya, pengembang harus mempertimbangkan penyediaan fasilitas pendidikan swasta semi-subsidi bagi warga mereka, khususnya dalam skala besar.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me