Ekspansi ke Manado, Paramount Gelontorkan Investasi Rp 500 Miliar

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho mengatakan bahwa kawasan Sulawesi Utara, khususnya Manado sebagai ibukota provinsi tersebut, memiliki potensi besar dari segi ekonomi dan pariwisata. Manado dianggap berpotensi sebagai gerbang pembangunan ekonomi di wilayah timur Indonesia yang menarik dijadikan sasaran bisnis properti.

Pembangunan jalan tol Manado Bitung dan pengembangan Bitung sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) dan Pelabuhan Bitung yang termasuk jalur tol laut akan mempercepat pengembangan ekonomi Sulawesi Utara dan Kota Manado khususnya. Manado, yang masih dikenal karena kawasan pariwisata Bunaken dan beberapa obyek wisata lainnya, tetap menarik menjadi kawasan investasi ke depan.

“Pertama, Manado sudah dikenal sebagai tujuan wisata utama, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Kedua, bakal ada rencana pembangunan proyek jaringan serat optik yang akan memperkuat kota ini sebagai gerbang internasional kedua di Indonesia setelah Batam,” ujar Ervan dalam siaran pers, Jumat (20/11/2015).

Dengan segala daya tarik tersebut, lanjut Ervan, Paramount mau ikut bersaing dengan beberapa pengembang besar yang sudah lebih dulu hadir di Manado. Di kota ini, Paramount baru saja meluncurkan produk terbarunya, Paramount Hills Manado, sebuah proyek residensial di pinggir Pantai Malalayang.

Direktur Paramount Land, Aryo Tri Ananto, menjelaskan bahwa Paramount Hills merupakan pengembangan proyek residensial menengah atas, yang dibangun di lahan seluas 20,8 hektar. Untuk proyek tersebut, Paramount menggelontorkan investasi Rp 500 miliar.

“Kami bangun 746 unit rumah dan untuk tahap pertamanya dibangun 202 unit. Target penjualan kami patok di Rp 300 miliar,” ujar Aryo tentang hunian berkonsep custom homes itu.

Menurut Aryo, pembangunan tahap pertama tersebut ditargetkan selesai 30 bulan sejak diluncurkan bulan ini. Hunian dengan 252 pilihan desain tersebut dipasarkan dengan harga mulai Rp 995 jutaan per unit.

“Saat ini, dengan pertumbuhan ekonomi lebih dari 6 persen dan jumlah penduduk lebih dari 500 ribu dengan pertumbuhan penduduk sekitar 0,9 persen, Manado perlu didukung dengan fasilitas pemukiman yang tertata baik dengan fasilitas lengkap,” tambahnya.

Kota bisnis

Terkait pertumbuhan Manado, pakar properti dari Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, mengatakan sudah memprediksi perkembangan pasar properti di Indonesia timur, salah satunya Manado. Pembangunan infrastruktur di wilayah itu memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis properti yang ada saat ini.

Rencana pembangunan MORR atau Ring Road III Malalayang – Winangun dan tol Manado-Bitung ke depan akan sangat menunjang peran Manado menjadi kota bisnis yang lebih besar.

Hal itu diperkuat dengan indikasi laju perekonomian Sulut dari Bank Indonesia yang tumbuh sebesar 6.27 persen (yoy) pada triwulan II-2015 atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan secara nasional sebesar 4.67 persen.

“Meskipun tahun ini pasar properti masih melambat, namun kami memprediksi tahun depan pergerakan pasar sudah akan terasa. Dengan melihat prospek yang ada, seharusnya pasar properti di Indonesia bagian timur termasuk Manado akan lebih dahulu bergerak secara nasional,” ujar Ali.

properti.kompas.com