Summarecon Bandung Kebanjiran Peminat

Big Banner

Jakarta – Proyek hunian Summarecon Bandung diklaim kebanjiran peminat saat peluncuran perdana, di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (21/11). Proyek yang digarap PT Summarecon Agung Tbk melalui anak usahanya PT Mahkota Permata Perdana itu pada tahap awal melego 400 rumah.

“Summarecon bersyukur atas kepercayaan masyarakat Bandung, mengingat kesuksesan penjualan kali ini tidak lepas dari respons positif dan kepercayaan masyarakat terhadap konsistensi kami dalam mewujudkan komitmen membangun kota terpadu,” ujar Adrianto Pitoyo Adhi, direktur utama PT Summarecon Agung Tbk, dalam publikasinya di Jakarta, Minggu (22/11).

Ke-400 tersebut terdiri atas 139 unit di klaster Btari dan 261 unit klaster Amanda. Sedangkan harga yang ditawarkan berkisar Rp 1,3 miliar hingga Rp 4,75 miliar per unit.

“Kami berhasil meraih pendapatan sekitar Rp 800 miliar dari penjualan tersebut,” kata dia.

Menurut Adrianto, menyadari pengembangan yang masih akan berjalan panjang, Summarecon akan terus konsisten dalam membangun Summarecon Bandung. Untuk itu, katanya, dukungan dari masyarakat dan seluruh pihak diharapkan akan terus berlanjut secara berkesinambungan.

“Summarecon Bandung hadir untuk memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat dan Kota Bandung,” katanya.

Manajemen Summarecon pernah mengatakan, di kota terpadu Summarecon Bandung pada tahap awal dikembangkan hunian tapak. Segmen yang digarap adalah menengah dan menengah atas. Proyek dengan luas sekitar 300 hektare (ha) ini digarap dalam jangka panjang. Kelak, selain hunian tapak bakal ada sejumlah proyek properti lain seperti apartemen, industri kreatif, perkantoran hingga pusat belanja. Sedangkan kapitalisasi pasar proyek tersebut ditaksir berkisar Rp 25-30 triliun.
Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan PT Summarecon Agung Tbk, Michael Yong, pernah mengatakan, investasi tahap awal Summarecon Bandung berkisar Rp 600-700 miliar. Investasi tersebut untuk infrastruktur dan pembangunan dua klaster hunian tapak tahap pertama.

 

Beragam Proyek

 

Selain di Bandung, Summarecon juga dikabarkan bakal menggarap proyek serupa di Bogor, Jawa Barat seluas 300 ha. Sedangkan proyek properti di Bali diperkirakan menempati areal seluas 3,8 ha. Khusus di Bali, proyek berupa hotel bintang lima senilai Rp 600 miliar dan area kuliner Samasta senilai Rp 150 miliar. Terkait bisnis hotel, di Summarecon Bekasi juga telah dibuka Harris Hotel dan Conventions Bekasi, pada Mei 2015. Hotel bintang empat ini terletak di Jalan Raya Buolevard Ahmad Yani Blok M, Kota Bekasi. Hotel ini mengusung gaya modern dengan kapasitas 332 kamar dan suites.
Sementara itu, Michael Yong juga pernah mengatakan, pihaknya juga bakal membangun proyek kota terpadu (township) di Makassar, Sulawesi Selatan pada 2016. Proyek yang diperkirakan mendatangkan pendapatan sekitar Rp 800 miliar ini dibangun di lahan seluas 170 ha. Proyek ini merupakan joint venture Summarecon dengan Grup Mutiara Property. Kepemilikan Summarecon sebesar 51% dalam joint venture terserbut.
Hingga September 2015, perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp 3 triliun. Raihan ini setara 66,6% dari target marketing sales tahun ini yang senilai Rp 4,5 triliun.
Sebagian besar perolehan marketing sales masih diperoleh dari proyek-proyek Summarecon Serpong dan sisanya dari Sumarecon Bekasi.
PT Summarecon Agung Tbk berdiri sejak tahun 1975. Perusahaan ini telah mengembangkan Kelapa Gading, Jakarta menjadi kota terpadu modern seluas 550 hektare (ha). Kawasan itu kini menjadi tempat tinggal yang diminati masyarakat kelas atas.

Setelah sukses dengan Summarecon Kelapa Gading, mulai tahun 1993 Summarecon mengembangkan kawasan kota terpadu di Serpong, Tangerang, Banten dengan nama Summarecon Serpong. Selain itu, mengembangkan Bekasi, Jawa Barat dengan nama Summarecon Bekasi. Pada 2015, Summarecon mulai mengembangkan Summarecon Bandung.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com