Organisasi Lingkungan Tolak Pembangunan Bandung Teknopolis

Big Banner

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Barat menolak tegas pembangunan kawasan Bandung Teknopolis di Gedebage. Organisasi lingkungan hidup terbesar di Indonesia itu menilai kawasan kota berbasis teknologi itu akan merusak lingkungan.  

Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Dadan Ramdan menilai dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) tentang rencana pembangunan properti oleh unit perusahaan Summarecon Agung, PT Mahkota Permata Perdana di kawasan Bandung Teknopolis bermasalah. 

“Kami menyarankan agar pembangunan kawasan Bandung Teknopolis dihentikan,” ujar Dadan Ramdan, seperti informasi yang diterima Rumahku.com

BACA JUGA : TERNYATA TAK ADA IZIN, RIDWAN KAMIL AKAN HENTIKAN PROYEK SUMMARECON BANDUNG

Menurutnya, judul pada dokumen AMDAL hanya berisi pembangunan perumahan dan apartemen, tetapi isinya tercantum pembangunan rumah toko (ruko) juga. Hal tersebut dinilai akan semakin berdampak pada pencemaran lingkungan, terutama penambahan limbah dan sampah. 

Belum lagi kebutuhan air di perumahan, apartemen dan ruko yang diperkirakan mencapai 941.580 liter per hari tidak akan mampu dipenuhui oleh PDAM, serta saat ini warga sekitar saja sudah mengalami kekurangan pasokan air bersih. 

Terkait hal itu, WALHI meminta Wali Kota Bandung Ridwan Kamil untuk meninjau ulang rencana pembangunan properti oleh Summarecon seluas 72 hektare itu, dari total luas kawasan 800 hektare di Bandung Teknopolis.

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me