Bicara di Forum PBB, Basuki Ungkap Kendala Pengelolaan SDA

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pekerjaan Umum dan perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, berbicara di forum High Level Panel Debate on Water and Disasters-New Development Frame Work on Disaster Risk Reduction, Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Serikat.

Basuki hadir memenuhi undangan Special Envoy of United Nations Secretary General For Disasters Risk Reduction and Water, Han Seung-Soo, pada Rabu (18/11/2015).

Di forum tersebut, Basuki berbagi pengalaman Indonesia dalam mengelola Sumber Daya Air (SDA), mengurangi jumlah penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana, meningkatkan kesiapan dan ketahanan menghadapi bencana terkait air.

Potensi air di Indonesia, menurut Basuki, cukup besar hingga mencapai sekitar 5,9 triliun meter kubik setiap tahunnya. Sayangnya, baru sekitatr 15,7 miliar meter kubik yang dikelola melalui bendungan atau sekitar 63 meter kubik per orang per tahun.

“Dari jumlah itu, hanya sekitar 11 persen daerah irigasi teknik Indonesia yang didukung oleh Bendungan. Hal ini menyebabkan Indonesia sangat rentan terhadap bencana banjir dan kekeringan,” terang Basuki dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (23/11/2015).

Hal lain yang juga memperburuk keadaan adalah sekitar 57,5 persen penduduk Indonesia tinggal di pulau Jawa. Untuk memperbaiki hal ini, dibangun bendungan-bendungan besar dan kecil serta revitalisasi danau, situ dan tampungan air lainnya.

Selain itu, Indonesia juga membangun 35 pusat pengembangan wilayah baru yang dirancang sesuai tata ruang nasional guna mengembangkan seluruh potensi, mengurangi tekanan di Jawa dan mengurangi jumlah penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana.

“Serta meningkatkan kualitas pengelolaan data hidrologi dan prakiraan bencana,” imbuh dia.

Basuki menjelaskan, pembangunan 65 waduk dalam kurun 2015-2019, juga menjadi prioritas. Di samping mengembangkan energi berbasis air yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Di tingkat regional, Indonesia mendorong kerja sama pengelolaan SDA, dengan pembentukan Asia Water Council.

Pada kesempatan yang sama, Basuki melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Pemerintah Belanda dan Presiden KOICA sebagai perwakilan Pemerintah Korea.

Dalam pertemuan tiga pihak ini dibahas percepatan pelaksanaan kegiatan pemulihan kondisi lingkungan hidup dan keamanan Jakarta dari bencana terkait air.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me