Alasan Pasar Properti Manado Prospektif

Big Banner
Pembangunan InfrastrukturPembangunan Infrastruktur

Propertinet.com – Pelaku usaha menilai keunggulan Manado dari segi ekonomi dan pariwisata mampu menggeliatkan bisnis properti. Apalagi, pemerintah sedang menggenjot infrastruktur maritim di Indonesia bagian timur.

Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho menyampaikan, Sulawesi Utara khususnya Manado memiliki dua keunggulan besar di bidang ekonomi dan pariwisata, sehingga menjadi sentral wilayah Indonesia bagian timur untuk bermukim, berbisnis, dan bersekolah.

Pertumbuhan ekonomi Manado pada kuartal II/2015 sebesar 6,27% (YoY) dan selalu di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Jumlah penduduk mencapai 500.000 orang dengan pertambahan 1% per tahun. Gambaran potensi pasar inilah yang membuat perusahaan yakin melebarkan sayap ke kota seluas 157, 3 km2 ini.
 
Seperti diketahui, Paramount baru saja meluncurkan proyek perumahan dan kawasan komersial terpadu seluas 20,8 hektare di Ibu Kota Sulut tersebut.

Ervan melanjutkan, kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo yang berorientasi pada pengembangan maritim turut mendorong pertumbuhan Sulawasi Utara.

Wilayah Bitung dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sehingga mempercepat menjamurnya kawasan industri. Pelabuhannya difungsikan sebagai pelabuhan internasional, sehingga aktivitas ekspor dan impor di Tanjung Priuk akan terbagi ke sana.

Kemudian, ada fasilitas tol laut yang mempermudah distribusi orang maupun barang. Bitung dan Manado pun terhubung dengan jalan tol dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Hal ini tentunya akan menekan biaya, karena saat ini masih banyak barang kebutuhan sehari-hari yang dikirim dari Jawa.

           Baca Juga!

 

Dari segi pariwisata, informasi keindahan laut Bunaken dan Tondano sudah mencapai telinga internasional. Kementerian Pariwisata juga akan menjadikan Sulut sebagai destinasi wisata bagi Jepang dan RRC dengan penerbangan langsung di Manado, dengan waktu tempuh hanya 3,5 jam.

“Tentunya bila nilai ekonomi dan pariwisata berkembang, bisnis properti akan maju. Maka kami yakini kota ini akan bertumbuh semakin cepat,” tutur Ervan, Rabu (18/11/2015)

Dia menambahkan, secara geografis area pengembangan Paramount Hills di Malalayang memiliki kondisi alam yang mengagumkan. Lokasinya terletak di pinggir laut dan dikelilingi dengan area perbukitan, sehingga memanjakan para penghuni.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menuturkan, dengan adanya dukungan infrastruktur, pasar properti di suatu wilayah akan berkembang. Pembangunan tol laut, Kereta Api Trans Sulawesi, dan pembukaan rute penerbangan internasional tentunya akan mendongkrak pasar di Pulau Celebes, seperti Manado.

Sampai sekarang, Ibu Kota Sulut ini mengalami pertumbuhan harga properti yang cukup bagus, meski mulai menurun pada kuartal III/2015. Namun, secara jangka panjang, siklusnya relatif stabil karena menjadi kota kedua tertinggi setelah Makassar dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan survei Bank Indonesia, peningkatan harga properti Manado dalam 10 kuartal ke belakang mencapai 19,47%. Secara kuartalan, pada triwulan kedua 2015, terjadi pertumbuhan sebesar 13,67%, sedangkan pada tiga bulan setelahnya, peningkatan harga hanya sekitar 6,23%.

Dari kacamata kondisi nasional, periode 2015 menjadi titik terendah dalam siklus properti, sehingga percepatan dipastikan segera terjadi tahun depan. Ali berpendapat, wilayah Indonesia bagian timur akan berkembang lebih dahulu, karena kota-kota besar di Jawa mengalami kejenuhan harga.

“Pertumbuhan harga di Jakarta bila sedang bagus bisa mencapai 12%. Bila infrastruktur sudah jadi dan daya beli naik, Manado bisa lebih dari itu,” tandasnya.

Beberapa pengembang nasional yang sudah menancapkan kuku bisnisnya ke Manado di antaranya ialah Lippo Group, Ciputra Group, AKR Land Development, Wika Realty, dan Sinarmas Land.

propertinet.com