Kenaikan Harga Apartemen Menyesuaikan Proyek Baru

Big Banner
ApartemenApartemen

Propertinet.com – Dalam kondisi perlambatan pasar sepanjang tahun ini, kenaikan harga apartemen lebih dipengaruhi faktor penyesuaian terhadap harga proyek-proyek yang baru diluncurkan.

Associate Director Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan, ada dua faktor yang menjadi penyebab kenaikan nilai jual hunian vertikal dalam kondisi normal. Pada apartemen yang masih dalam pengembangan, terkereknya harga menyesuaikan dengan kemajuan penjualan dan pembangunan.

Sedangkan bagi apartemen yang sudah berdiri, pemicu penambahan harga ialah permintaan pasar sewa. Bila secara investasi hunian tersebut dianggap menguntungkan, maka nilai kontrak maupun nilai jualnya akan menanjak signifikan.

Namun, hal ini tidak berlaku dalam periode perlambatan pasar seperti pada 2015. Pasalnya, kenaikan harga lebih diakibatkan oleh penyesuaian nilai jual terhadap proyek-proyek yang masuk.

“Proyek yang baru diluncurkan di suatu wilayah, biasanya mengambil harga di atas rata-rata area tersebut. Hal inilah yang lebih mendorong kenaikan harga apartemen-apartemen sebelumnya, dibandingkan progress penjualan,” tutur Ferry.

           Baca Juga!

 

Satu faktor penting pemicu kenaikan harga selain instrumen pasar ialah pembangunan infrastruktur, karena nilai jual bisa langsung melejit di atas rata-rata. Oleh karena itu, pengembang perlu mencermati potensi lokasi pengembangan dan karakter konsumen yang akan diraih.

Dia melihat pengembang sudah melakukan strategi jitu dengan mendirikan apartemen pada area yang sudah memiliki kematangan pasar dari rumah tapak. Misalnya di Bumi Serpong Damai, Tangerang, hunian vertikal bermunculan ketika perumahan telah berkembang, dimana lahan semakin terbatas dan mahal.

Pada area yang sudah mapan dan lahan yang tersisa itulah pengembangan diarahkan ke konsep vertikal. Kemudian, di Bekasi, banyak developer yang membangun apartemen dalam kawasan industri yang sudah jadi, sehingga mereka sudah memiliki pasar yang potensial.

“Meski di pinggir Jakarta, developer tetap menjual di area premier yang mereka punya. Ketika lahan sudah menipis, pembangunannya mengarah ke vertikal,” jelasnya.

Dia memprediksi harga jual apartemen meningkat sebesar 5% – 15%. Pertumbuhan harga di Jakarta maupun di area Bodetabek pun masih akan berimbang ke depannya.

propertinet.com