Properti Serap 80 Persen Produksi Kaca Nasional

Big Banner

Tren mengenai bangunan yang banyak menggunakan kaca untuk arsitektur membuat kebutuhan kaca pada industri properti sangat tinggi. Setidaknya, 70 persen sampai 80 persen produksi kaca nasional diserap oleh sektor properti, sisanya dioper ke industri otomotif. 

Putra Narjadin, Ketua II Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) Indonesia mengatakan, prospek industri kaca nasional memang bergantung pada sektor properti, otomotif dan infrastruktur. 

Menambahkan pernyataan Putra, Budiman Hendropurnomo, Arsitek PT Duta Cermat Mandiri (Denton Corker Mashall Indonesia) menjelaskan kepada tim Rumahku.com bahwa dewasa ini telah banyak bangunan yang menggunakan kaca untuk arsitekturnya, khususnya di kawasan perkantoran Jakarta. 

Selain perkantoran, kebutuhan masyarakat akan hunian yang luas juga membuat kaca menjadi aksesoris yang dicari. Khususnya oleh keluarga muda. 

“Keluarga muda masa kini yang tidak memiliki rumah luas atau tinggal di apartemen, mereka menginginkan agar huniannya bisa terkesan luas, dan kaca menjadi solusi praktis bagi mereka,” tegas Ahmad Djuahara, Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), ketika ditemui di GlassTech Asia 2015, (20/11), JIExpo, Kemayoran, Jakarta. 

Terlepas dari kebutuhan kaca, baik untuk industri properti maupun otomotif, ternyata Indonesia menjadi negara yang sangat menarik untuk produsen kaca dunia. Namun penguasaan akan 700 ribu sampai 800 ribu ton kebutuhan kaca nasional, nyatanya tetap didominasi oleh produsen lokal.  

“Kaca impor hanya mendapat ruang 5 persen dari kebutuhan nasional. Sementara Indonesia, 30 persen hingga 40 persen produksinya diekspor ke negara lain seperti Jepang, Timur Tengah, Selandia Baru, dan negara-negara di Asia Tenggara lain,” tutup Putra.

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me