Mahasiswa Jakarta, Pelanggan Mal Kelas Atas Yogyakarta

Big Banner

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – General Manager Mall and Retail Hartono Mall Yogyakarta, Herman E Fherro mengungkapkan, dari total sebanyak 45.000 orang yang mengunjungi pusat belanja, 70 persen merupakan kelas menengah atas. 

“Dari total 70 persen tersebut, lebih dari 30 persen di antaranya merupakan mahasiswa asal Jakarta. Mereka suka nongkrong-nongkrong. Begitu pula ketika mal kami buka, mereka konsumennya,” terang Herman kepada Kompas.com, Selasa (24/11/2015).

Herman melanjutkan, mereka paham merek-merek nasional dan internasional yang membuka gerainya di Hartono Mall Yogyakarta. Pasalnya, merek-merek tersebut memenuhi mal di Jakarta. 

“Jadi ke mana pun merek tersebut melakukan ekspansi, para mahasiswa ini akan mengikuti. Termasuk di Yogyakarta,” imbuh Herman.

Hartono Mall Yogyakarta dirancang sebagai mal gaya hidup atau lifestyle mall  kelas atas dengan penekanan pada unsur pariwisata. 

Oleh karena itu, selain sejumlah merek asing dan nasional, pengelola menggandeng nama-nama lokal. Mereka akan diakomodasi di lantai 2 Hartono Mall Yogyakarta dengan luas mencapai 1.500 meter persegi.

Menurut Herman, zona khusus tersebut didedikasikan untuk peritel, pebisnis, dan pengrajin batik. Hal ini ditempuh guna mendukung terimplementasinya konsep mal gaya hidup yang mendukung bisnsi dan industri pariwisata.

Merek-merek lokal ini akan bersanding dengan Parkson Department Store, Blitz Cinema, Matahari Department Store, dan Hypermat, yang membuka gerainya pada Desember 2015.

Selain nama-nama tersebut, terdapat juga H&M, Esprit, Mango, Uniqlo, Supernova, dan Merapi Foodcourt. 

Nama-nama lain turut menggenapi, yaitu Starbucks Coffee, Coffee Bean and Tea Leaf Coffee, Baskin Robins, Sushi Tei, My Kopi O, Aldo, Frank & Co, Kidz Station, Funworld, dan Payless. 

Sebelumnya diberitakan, Hartono Mall Yogyakarta telah dibuka untuk umum pada Jumat (20/11/2015). 

Pusat belanja di kawasan Ring Road Utara yang dikembangkan PT Delta Merlin Dunia Properti (DMDP) ini berdiri di atas lahan seluas 6,2 hektar. 

Dimensi luas sewanya nett leasable area (NLA) mencapai 80.000 meter persegi dari total gross floor area (GFA) 220.000 meter persegi. 

Dengan demikian, luas Hartono Mall Yogyakarta mengalahkan mal-mal lainnya yang ada di Yogyakarta dan Jawa Tengah, seperti Paragon City Semarang (120.000 meter persegi), Plaza Ambarrukmo (120.000 meter persegi), dan Solo Paragon Mall (60.000 meter persegi).

Baca: Hari Pertama Buka, Mal Terbesar Se-Jawa Bagian Tengah Dikunjungi 45.000 Orang

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me