Keindahan Daun Potong dalam Seni Merangkai

Big Banner

Keindahan daun potong kini tak sekadar jadi pelengkap keindahan rangkaian bunga. Lebih dari 80 jenis daun potong bisa jadi pelaku utama dalam keindahan rangkaian bunga. Sebut saja daun Codiaeum variegatum atau yang lebih kita kenal sebagai daun puring. Siapa sangka daun yang biasanya menghiasi pemakaman ini ternyata memliki eksotisme warna dan bentuk memukau.

Keindahan aneka daun potong dalam seni merangkai bunga diungkapkan dalam buku The Secrets of Performing Leaves. Buku yang baru saja diluncurkan pada Kamis (19/11/2015) ini diterbitkan oleh Penerbit Arkea bersama Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI). Lima puluh enam perangkai yang menyusun buku ini berhasil menunjukkan keindahan aneka daun potong.

Kerja keras para perangkai tersebut untuk memopulerkan daun potong diapresiasi oleh CEO Arkeabooks Sica. Daun potong sebagai materi utama dalam sebuah rangkaian tak kalah indah dengan bunga. Nilai jualnya pun tinggi. Apalagi sebagai negara tropis Indonesia punya  keragaman  daun yang tinggi.

“Buku ini diharapkan mampu mendorong para pencinta rangkaian, produsen, hingga para perangkai bunga untuk lebih menghargai nilai daun potong sekaligus meningkatkan nilai jualnya,” kata Sica saat peluncuran buku di Titan Center, Bintaro, Tangerang.

Sedangkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat IPBI, Andy Djati Utomo, mengatakan, buku ini adalah buku pertama yang dibuat oleh DPP IPBI dengan prinsip dari IPBI, oleh IPBI, dan untuk IPBI. “Semoga seri berikutnya buku mengenai daun ini juga dapat segera dibuat serial yang lebih lengkap,” ucapnya.

Peluncuran buku ini memperkuat tema Simposium Nasional IPBI ketujuh yakni Evolution yang juga diselenggarakan pada hari yang sama. Dalam simposium ini hadir enam perangkai dalam dan luar negeri sebagai pembicara utama yang mengulas karya-karya mereka.

Andy Diati Utomo yang membahas “Tree of Life” menampilkan bahan utama daun dalam karya-karyanya. Dia terinspirasi  pohon legenda “Pohon kehidupan” atau “Kalpataru”. Sedangkan Harijanto S. Barch menyajikan “Daun di Dunia Kosmopolitan” untuk memaksimalkan keindahan daun sebagai material dan elemen unik dalam dunia interior dan arsitektur.

Pembicara dari luar negeri, Christina P. B. Bus menyajikan “Floral Transitions” sebagai sinkronisasi ritme mewah dalam evolusi desain rangkaian. Sementara pembicara Lucia Raras, Sindhunata, dan Grace Yanuar menyajikan berbagai inspirasi rangkaian dari mulai batik sebagai inspirasi rangkaian bunga, daun dan akar, hingga tanaman pisang Abaca yang banyak tumbuh di Kalimantan.

Dalam acara simposium tersebut, IPBI juga mengadakan Fashion Floral Show yang menampilkan 32 desain busana rancangan berbagai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPBI di seluruh Indonesia.

Penuli: Wita Lestari

rumah123.com