Mengapa Lokasi Penting Bagi Bisnis Properti?

Big Banner

Kalangan pebisnis properti percaya bahwa mantra utama yang menentukan sukses tidaknya sebuah investasi properti adalah “lokasi, lokasi, dan lokasi”. Prospek, nilai dan masa depan sebuah produk properti sangat bergantung pada lokasi di mana properti tersebut dibangun. 

Jika lokasi properti yang bersangkutan prospektif, seperti halnya memiliki infrastruktur yang baik, dekat dengan berbagai fasilitas umum, maka potensi kenaikan harga propertinya tidak perlu diragukan lagi. 

Selain itu, properti yang terletak di jalan utama yang membentang dari jantung kota yang berkembang ke wilayah perumahan di sekelilingnya, juga dinilai selalu menawarkan peluang investasi properti. 

Betapa vitalnya lokasi dalam menentukan sebuah nilai aset properti ini setidaknya sangat disadari oleh PT Trikarya Graha Utama (TGU). Apalagi pengembang properti asal kota Surabaya ini begitu mengenal karakteristik pembeli properti di wilayahnya. 

BACA JUGA : 3 RUMAH MURAH DI DEPOK, PALEMBANG, SLEMAN

“Masyarakat Surabaya sangat selektif untuk persoalan lokasi. Kalau mereka lihat lokasinya bagus, dalam artian strategis, akses ke fasillitas umum dekat, infrastruktunya juga baik, baru mereka mau membeli,” kata Hengky Tan, Sales Director PT TGU saat ditemui Rumahku.com di pameran REI Ekspo di JCC, Senayan. 

Sadar akan betapa pentingnya urusan lokasi, wajar memang jika membuat PT TGU begitu percaya diri dengan produk garapannya, The Frontage kawasan hunian berkonsep mix used yang berdiri di lokasi premium Kota Surabaya, tepatnya di Jalan Raya Ahmad Yani.   

“Jalan Ahmad yani merupakan urat nadi dan pintu gerbang kota Surabaya. Lokasi di mana produk kami berdiri memiliki rata-rata waktu tempuh hanya 5-25 menit ke berbagai akses kantor pemerintahan, central business district, industrial estate, jalan tol, bandar udara, dan terminal transportasi darat,” jelas Hengky. 

Penjelasan Hengky tersebut memang bukan sekadar omong kosong belaka. Jika diperhatikan lokasi The Frontage memang sangat strategis. Berdekatan dengan gedung Jatim Expo, berhadap-hadapan dengan kantor Polda Jatim, DBL Arena, Graha Pena, serta tidak jauh dari Cito Mall, Universitas Kristen Petra, jalan tol, bandara, dan terminal bus. 

“Jalan Ahmad Yani itu jalur jalan terlebar di Surabaya, ada sekitar delapan lajur, lebarnya sekitar 100 meter-an.  Itu kenapa disebut urat nadinya kota Surabaya, karena hampir semua kantor pemerintahan adanya juga di sekitar jalan Ahmad Yani,” kata Hengky.

rumahku.com