Harga Properti Komersial di Semarang Makin Tinggi – Property

Big Banner

SEMARANG – Harga properti komersial di Kota Semarang pada triwulan III tahun ini meningkat terutama untuk apartemen dan lahan industri.

“Sesuai dengan hasil survei kami, untuk peningkatan ini terjadi baik pada properti jual maupun sewa,” kata kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah V Jawa Tengah-DIY Iskandar Simorangkir kepada pers, di Semarang, Senin (23/11/2015).

Rata-rata harga jual apartemen dan lahan industri pada triwulan III mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,82 persen dan 4,71 persen dibandingkan triwulan II.

Sedangkan rata-rata harga jual ruang kantor pada periode yang sama mengalami penurunan sebesar 11,87 persen karena terdapat penambahan pasokan dengan harga jual yang belum terlalu tinggi. Pasokan ruang kantor jual mengalami penambahan sebesar 3.000 m2 atau sebesar 20,54 persen.

Peningkatan pasokan juga dialami apartemen yang bertambah 522 unit atau 10,29 persen. Sementara pasokan ritel jual maupun sewa tidak mengalami perubahan.

Untuk tingkat penjualan ruang kantor dan apartemen mengalami penurunan masing-masing sebesar 9,37 persen dan 3,56 persen seiring bertambahnya pasokan baru yang belum seluruhnya terjual. Sedangkan tingkat penjualan lahan industri meningkat sebesar 0,13 persen atau berada pada level 84,92 persen.

“Sebagai gambaran, rata-rata tarif kamar hotel meningkat hingga 14,92 persen, sedangkan rata-rata harga sewa ruang kantor dan ritel masing-masing meningkat sebesar 1,98 persen dan 1,62 persen,” katanya.

Menurut dia, peningkatan rata-rata tarif kamar hotel dipicu oleh peningkatan harga kamar hotel, terutama hotel bintang 5 seiring peningkatan permintaan untuk kegiatan “meeting, incentive, converence, exhibition” (MICE).

Sementara itu, pasokan properti komersial sewa masih stabil dibandingkan triwulan sebelumnya, namun diprediksi akan terdapat penambahan pasokan ruang kantor sewa seluas 1.858 m2 yang direncanakan akan selesai pada 2016.

Selain itu, ada pula penambahan ruang ritel dan hotel seiring dengan selesainya pembangunan beberapa proyek swasta.

Di sisi lain, tingkat hunian ruang kantor, ritel, maupun hotel, meningkat masing-masing sebesar 0,68 persen, 1,06 persen, dan 4,76 persen dibandingkan triwulan II dan berada pada level masing-masing sebesar 96,54 persen, 98,97 persen, dan 62,40 persen.

“Hal ini menandakan bahwa Kota Semarang mulai diminati oleh pelaku usaha untuk ekspansi bisnis dengan menambah ruang kantor, membuka gerai atau toko, maupun melakukan perjalanan bisnis. Peningkatan tingkat hunian ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga akhir tahun seiring dengan peningkatan permintaan, khususnya hotel,” katanya.

(mrt)

property.okezone.com