Para Pengembang Turut Jalankan Fungsi Lembaga Finansial

Big Banner
PameranPameran

Propertinet.com – Pada masa perlambatan pasar seperti periode 2015, para pengembang turut menjalankan fungsi sebagai lembaga finansial dengan menawarkan beragam kemudahan cara pembayaran.

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menuturkan, tren pengembang memberikan beragam cara pembayaran pada konsumen meningkat ketika pasar dalam kondisi lesu, seperti yang terjadi sepanjang 2015. Rata-rata developer cenderung bersikap melunak dan fleksibel agar produknya lebih cepat terjual.

Dia berpesan, calon pembeli harus bersikap hati-hati mempertimbangkan kapasitas perusahaan yang memberikan cicilan. Alasannya, bisa saja uang dibawa lari ataupun pengembangan proyek tidak sesuai perjanjian.

Di satu sisi, bagi developer pembayaran melalui perusahaannya juga memudahkan. Pasalnya, bila ada kredit yang macet, dia bisa membuka jalur cicilan untuk pembeli lain.

“Tidak seperti cicilan motor, kalo macet bisa dibawa kabur. Rumah kan tetap ada di lokasinya,” tuturnya.

Terkait suku bunga yang dianggap tinggi, menurut Ali tidak berpengaruh terhadap tren cicilan melalui pengembang semakin bertumbuh, karena instrumen suku bunga tidak berubah sejak tiga tahun terakhir.

           Baca Juga!

 

Pada kondisi perlambatan, posisi tawar konsumen lebih tinggi daripada penjual. Oleh karena itu, dalam konteks properti, pengembang perlu melancarkan strategi penjualan yang memudahkan pembeli.

Mayoritas developer yang bisa memberikan fleksibilitas ialah perusahaan skala besar seperti Lippo Group, Ciputra Group, Agung Podomoro, dan sebagainya. Secured Loan Division Head Bank OCBC NISP Veronika Susanti mengatakan, dalam dua tahun terakhir sudah terjadi perpindahan tren konsumen dalam membeli properti.

Sebelumnya, porsi pembelian primer dan sekunder ialah 60:40, tetapi tahun ini berbalik menjadi sekunder 70% dan primer 30%. Penjualan tetap mengalami pertumbuhan walaupun secara transaksi turun 50% dibandingkan periode 2013.

Veronika menyebutkan, untuk menggenjot penjualan banyak developer yang melakukan tugas lembaga finansial. Misalnya dengan memberikan kredit ringan, diskon uang muka, ataupun cicilan dengan tenor panjang.

“Bila masih kesulitan cashflow, beberapa konsumen beralih mengambil kredit perbankan,” ujarnya.

Sampai kuartal III atau per September 2015, OCBC NISP telah merealisasikan kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 70% dari total target tahun ini sejumlah Rp4 triliun.

propertinet.com