REI Sumsel: MBR Tumbuh Karena Harga Rumah Mewah Turun

Big Banner

WE Online, Palembang – Real Estate Indonesia Sumatera Selatan merealisasikan pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah sebanyak 6.500 unit hingga September 2015.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) REI Sumsel Hariadi Benggawan di Palembang, Rabu (25/11/2015), mengatakan berdasarkan realisasi ini, perlambatan ekonomi sejatinya tidak terlalu berpengaruh pada sektor rumah bagi kalangan menengah ke bawah.

“Mengapa sektor rumah MBR masih tumbuh karena ini segmen bagi mereka yang berpenghasilan tetap yakni kalangan PNS, TNI, dan Polri, sementara untuk sektor rumah mewah justru terjun bebas, turun hingga 40 persen,” kata dia.

Ia mengingatkan agar kalangan MBR ini memanfaatkan kesempatan program rumah subsidi ini karna pada tahun depan diperkirakan akan naik dari Rp110 juta menjadi Rp116 juta.

Kenaikan harga ini disesuaikan dengan kenaikan harga bahan bangunan.

“Setiap tahun, biasanya kenaikan harga rumah MBR rata-rata 10 persen sampai 20 persen. Hal itu sesuai dengan naiknya harga bahan bangunan dan upah buruh,” kata dia.

Untuk itu, REI dan pemerintah gencar menyosialisasikan program subsidi ini ke masyarakat yang berpenghasilan maksimal Rp4 juta.

Untuk memaksimalkan program ini, pemerintah telah mengandeng kalangan pengembang dan perbankan sehingga hanya menerapkan bunga 5 persen selama 20 tahun dan uang muka 1 persen dari harga rumah yang berkisar Rp110 juta.

“Berdasarkan penghitungan REI, kebutuhan rumah di Sumsel mencapai 135 ribu, dan sementara ini Sumsel mendapatkan kuota hingga 15 ribu unit rumah. Semoga saja ke depan akan lebih banyak program subsidi dari pemerintah sehingga pengembang akan mudah dalam memasarkannya,” kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Palembang Harnojoyo telah mengeluarkan kebijakan berupa pembebasan biaya IMB untuk pembangunan rumah MBR, serta penyediaan jaringan air bersih dan listrik. (Ant)

Editor: Achmad Fauzi

Foto: Sufri Yuliardi

wartaekonomi.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me