Pemprov DKI Targetkan Bangun 21.000 Unit Rusun

Big Banner

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan akan terus membangun banyak rumah susun (rusun) sebagai tempat tinggal warga untuk menyiasati keterbatasan lahan yang ada di wilayah ibukota.

“Lahan hunian di Jakarta saat ini semakin minim, sedangkan pertumbuhan penduduknya pesat. Oleh karena itu, kita harus membangun hunian vertikal (rusun) sebanyak-banyaknya,” kata Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (26/11).

Menurut dia, upaya pembangunan rusun secara tersebar di wilayah DKI jakarta pun sudah mulai dilakukan. Lebih lanjut, pembangunan rusun akan lebih digencarkan lagi pada tahun mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Ika Lestari Aji menyebutkan tahun ini, rusun yang dibangun berjumlah 21.000 unit rusun di 15 lokasi, diantaranya Kampung Bandan, Ujung Menteng, Rawa Buaya dan Waduk Pluit.

“Sepanjang tahun ini, kami menargetkan pembangunan sebanyak 21.000 unit rusun. Ribuan unit rusun itu dibangun secara tersebar di 15 lokasi di wilayah DKI Jakarta,” ujar Ika.

Dia menuturkan rusun tersebut, khususnya diperuntukkan bagi warga ibukota yang terkena dampak dari program normalisasi sungai yang sampai dengan saat ini masih terus dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Penggantian unit rusun diberikan sesuai dengan bidang tanah. Jika warga di bantaran sungai memiliki sertifikat, maka luas tanah akan diganti dengan satu setengah kali luas unit rusun,” tutur Ika.

Selain rusun mandiri, dia mengungkapkan Pemprov DKI juga berencana membangun rusun dengan konsep terpadu dengan pasar. Rusun terpadu itu rencananya akan dibangun di sepuluh lokasi di wilayah ibukota.

Sepuluh lokasi itu, antara lain di Pasar Sunter, Pasar Cempaka Putih, Pasar Jembatan Besi, Pasar Sindang, Pasar Serdang, Pasar Grogol, Pasar Lontar Kebon Melati, Pasar Jelambar Polri, Pasar Sukapura dan Pasar Blok G Tanah Abang.

/FER

ANTARA

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me