Kena Gusuran, Warga Tangerang Dapat Rp3,01 Juta/M2 – Property

Big Banner


TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten telah menyiapkan dana sebesar Rp80 miliar yang berasal dari APBD 2015 untuk pembayaran pembebasan tanah proyek pelebaran jalan dari Kecamatan Cikupa menuju Kecamatan Pasar Kemis.

“Sudah ada kesepakatan dengan warga bahwa harga Rp3,010 juta per meter persegi,” kata Kepala Sub-Bagian Perencanaan dan Pengendalian Pertanahan Pemkab Tangerang Dadan Darmawan di Tangerang, Rabu (25/11/2015).

Dadan mengatakan penetapan tersebut juga berdasarkan hasil survei dari tim independen yang dibentuk untuk mengetahui sejauh mana harga tanah di lokasi proyek.

Namun, proyek pelebaran jalan itu bertujuan untuk mengatasi masalah kemacetan arus lalu lintas dari Pasar Kemis menuju Cikupa atau sebaliknya terutama pada jam sibuk kerja.

Semula lebar jalan tersebut hanya 6,1 meter kemudian ditambah dan akhirnya 14 meter menjadi dua lajur, untuk kelancaran arus lalu lintas yang melewati kawasan perumahan dan pabrik.

Pihak panitia pembebasan tanah untuk proyek itu langsung mendatangi rumah warga dan mendata, bagi yang memiliki persyaratan yang cukup dapat menerima ganti rugi.

Panitia menawarkan kepada pemilik lahan supaya menerima uang dalam bentuk tabungan, karena dianggap rawan terhadap tindak kriminalitas setelah keluar dari bank usai pencairan.

Sedangkan warga yang menerima ganti rugi tersebut bagi mereka yang telah memiliki bukti kepemilikan lahan berupa girik, akte jual beli atau sertifikat tanah.

Upaya pembebasan lahan untuk proyek itu dilakukan dengan cara musyawarah tanpa ada paksaan didampingi kepala desa dan camat setempat demi menghindari gesekan antarwarga dengan pemerintah daerah.

Proyek pelebaran jalan itu sudah dianggap mendesak karena tingkat kemacetan di kawasan itu terus bertambah pada jam kerja, apalagi diperparah keberadaan kawasan perumahan dan pabrik.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Pemkab Tangerang, Slamet Budi mengatakan pihaknya menyiapkan anggaran untuk pelebaran jalan itu sebesar Rp5 miliar.

“Tiap lajur dengan lebar tujuh meter, maka diharapkan kendaraan besar yang melintas tidak membuat jalan tersebut menjadi macet,” kata mantan Kepala Satpol PP Pemkab Tangerang itu.

Slamet mengatakan proyek itu dikerjakan mulai Januari 2016 dan termasuk mengerjakan saluran pembuang agar air yang berada di badan jalan jika hujan turun dapat langsung mengalir ke hilir.

(rzy)

property.okezone.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me