Kenaikan Harga Sewa Rumah di AS Capai 5-11 Persen

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Perusahaan pembiayaan investasi dan pengelolaan properti yang berbasis di Amerika Serikat, Mount Helix Holdings, menilai bahwa investasi properti di negeri Paman Sam cukup menguntungkan.

Selama 6 tahun terakhir, Mount Helix meraup keuntungan dari penyewaan rumah tapak tangan kedua (second hand), antara lain di Indianapolis, Chicago, Memphis, Detroit, dan Tampa.

“Setiap tahun, rental kami meningkat 5-10 persen karena penyewa sangat suka kita, mereka tinggal di rumah kita, Investor Indonesia sangat bisa masuk di bisnis kita,” ujar APAC Operation Director Claire Lisin di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (25/11/2015).

Mount Helix kini tengah mengembangkan investasi ke wilayah Asia. Perusahaan, kata Claire, saat ini sudah merenovasi dan menyewakan sebanyak 2.200 rumah tapak untuk masyarakat menengah ke bawah di Amerika Serikat.

Claire mengatakan, investasi di sana sangat mungkin dilakukan baik oleh orang Indonesia maupun Amerika Serikat. Saat ini, Mount Helix tengah mengembangkan bisnis di China, Hongkong, Filipina, Singapura, Malaysia, dan kemungkinan juga ke Australia.

“Keuntungan penyewaan terbesar ada di kota Indianapolis dan Detroit, saat ini rumah sangat murah, dan dijual dengan harga kisaran 40 ribu dollar AS (Rp 547 juta) sampai 80 ribu dollar AS (Rp 1,09 miliar),” kata Claire.

Cara kerja Mount Helix adalah mengakuisisi aset di bawah biaya penggantian dengan potensi untuk menambah nilai di daerah yang sering mengalami beberapa hambatan.

Setiap rumah dianalisis untuk biaya keuntungan per unit dan per meter persegi, kelipatan harga sewa, inefisiensi operasional, tingkat kapitalisasi, dan faktor risiko eksternal.

Keuntungan model bisnis ini adalah memutar aset lemah yang perlu direposisi dan dipasarkan kembali dengan harga yang tepat. Dengan demikian, keuntungan dibuat pada saat pembelian.

 

 

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me