Millennium Village Kantongi Penjualan Lebih 70%

Big Banner

Tangerang – PT Lippo Karawaci Tbk optimistis proyek apartemen di Millennium Village, Karawaci, Tangerang, Banten akan terserap pasar. Di sisi lain, dalam beberapa tahun kedepan, kawasan Tangerang menjadi pemasok apartemen terbesar di seantero Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek).

“Penjualan kami cukup bagus. Hal itu bisa dilihat dari dua menara yang kami luncurkan dalam tahap pertama sudah mencatat penjualan lebih dari 70%. Dalam waktu dekat kami juga akan meluncurkan menara berikutnya,” kata Direktur Lippo Homes Jopy Rusli, dalam acara kunjungan show unit di Millenium Village, Karawaci, Tangerang, Jumat (27/11).

Dalam tahap pertama, katanya, ada dua menara yang digulirkan Lippo Karawaci, yakni Hillcrest House dan Fairview House. Keduanya ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2018. Dari Hillcrest House yang berkapasitas 280 unit, Lippo Karawaci mengantongi penjualan sekitar Rp 850 miliar. Menara ini menyodorkan pilihan desain 2 hingga 4 kamar tidur dengan luasan unit mulai 100-an m2 hingga 135-an m2. Sedangkan harga jualnya mulai dari Rp 2 miliar sampai dengan Rp 3 miliar per unit. Komposisi pembeli di Millenium Village adalah sekitar 60% end user dan 40% investor.

Lippo Karawaci juga menyiapkan kondominium Emery Parc yang serah terimanya ditargetkan pada pertengahan 2019. Hunian vertikal berketinggian 35 lantai itu merupakan menara ketiga di proyek Millennium Village.

Associate Director Lippo Homes, Anna Darmadji pernah mengatakan, hingga akhir 2015 Emery Parc yang berkapasitas 500-an unit itu bisa mengantongi penjualan lebih dari 50%. Penjualan Emery Parc akan menambah marketing sales Lippo dari Millennium Village yang kini telah mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Millennium Village berdiri di atas areal seluas 70 hektare (ha) dan terletak di tengah Lippo CBD yang membentang di area seluas 132 ha. Proyek properti terpadu (masterpiece integrated development) ini ditaksir memiliki nilai sekitar Rp 200 triliun dengan total pengembangan selama 15 tahun.

Menurut Jopy Rusli, Millenium Village merupakan proyek besar Lippo yang mengusung konsep berbeda dengan proyek lainnya. Karena itu, proyek ini menjadi incaran konsumen yang ingin memiliki hunian nyaman dan berkelas. “Millenium Village ini juga sangat cocok untuk investasi, banyak ekspatriat yang memiliki unit di Millenium Village,” kata dia.

Dia menambahkan, dampak dari pembangunan properti ini meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup besar karena multiplier effect nya sangat banyak, mulai dari transportasi, industri, dan lainnya.

Karena itu, tegasnya, Lippo berkomitmen untuk mengembangkan Millenium Village sesuai dengan jadwal yang direncanakan. “Tahap pertama ini kami perkirakan selesai pada 2018, dimana saat ini konstruksi sudah menyelesaikan pondasi, tinggal meningkatkan keatas,” jelas Jopy Rusli.

 

Segmen Berbeda

 

Sementara itu, pengamat properti dari Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda menilai, kawasan barat Jakarta, seperti Karawaci yang dikembangkan Lippo Group ini memiliki segmen berbeda dibandingkan dengan kawasan lainnya. Kawasan Lippo Karawaci diperuntukkan untuk kelas menengah atas. Berbeda dengan kawasan timur Jakarta yang lebih menyasar ke kelas menengah karena ada kawasan industri.

“Kalau di barat Jakarta seperti Karawaci ini berbeda memang, kelasnya itu untuk kelas atas dan ini terbukti mampu dikembangkan oleh Lippo Group,” kata dia, di tempat yang sama.

Menurut dia, memiliki hunian di kawasan Karawaci atau barat Jakarta gengsinya berbeda dengan memiliki hunian di timur Jakarta. “Gengsinya sangat kentara sekali,” ujarnya.

Proyek Millenium Village ini, kata Ali akan menjadi proyek besar yang akan menjadi landmark baru, di kawasan barat Jakarta. Kantor riset properti Cushmand & Wakefield pernah melansir bahwa kawasan barat Jakarta, persisnya Tangerang, menjadi kontributor utama pasokan apartemen di Jabodetabek. Di kawasan ini ada 31 proyek apartemen dengan kapasitas 54.988 unit apartemen. Lalu, di Bekasi terdapat 25 proyek (31.160 unit) dan Depok sebanyak 20 proyek (9.912 unit).

Sementara itu, Ali menjelaskan, pada 2016 sektor properti akan tumbuh sebesar 15% dan titik terendah hanya sampai kuartal I 2016, setelah itu properti tumbuh dengan cepat.

“Lippo ini luar biasa, karena konsepnya melawan arus, yakni disaat kondisi ekonomi melemah, Lippo justeru terus membangun proyek-proyek baru dan hanya Lippo yang mampu melakukan itu,” kata dia.

Millennium Village memiliki lebih dari 12-in-1 Integrated Development yang terdiri atas The Millennium Sky Park 25 ha, Groove Shopping Street 1,5 kilometer (km), Lippo Grand Mall yang meiliki luas 470.000 meter persegi (m2), Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan kapasitas 30.000 mahasiswa, UPH College, Lippo Hotels, 2 hotel baru bintang 5 dan Boutique hotel. Selain itu, di kawasan Millenium Village ini juga terdapat, ZU Private Club, Siloam Health City, Lippo Museum of Art, Lippo Offices, Lippo World Expo, dan The Art Districts.

Saat ini, lokasi Millennium Village merupakan daerah pusat kegiatan di kota Lippo Village Tangerang yang dikelilingi oleh area perkantoran seperti Menara Matahari, Universitas Pelita Harapan (UPH), Hotel Aryaduta Lippo Village, Imperial Klub Golf, tempat hang-out Benton Junction dan Supermal. Keistimewaan lainnya adalah akses langsung menuju jalan tol arah Jakarta dan Merak.

Ketika proyek Millennium Village tuntas seluruhnya, diperkirakan mampu menampung 74.500 jiwa dan 21.000 pekerja. Selain itu, di kawasan Millennium Village ini diterapkan trafik kendaraan dengan satu arah dan tidak ada persimpangan dengan memakai overpass dan underpass, begitu juga saat memasuki kawasan Millennium Village. Seperti underpass Roppongi Hills di Tokyo. Lippo memakai konsultan Traffic International, AECOM, Singapura untuk mewujudkan konsep tersebut.

Investor Daily

Imam Muzakir/EDO

Investor Daily

beritasatu.com