Penjualan Properti Tahun Depan Diprediksi Lebih Mengkilap

Big Banner

Sejumlah kalangan menilai penjualan properti sepanjang 2016 akan meningkat seiring dengan perbaikan pertumbuhan ekonomi dan dampak dari sejumlah deregulasi kebijakan di sektor properti.

Djoko Slamet Utomo, Wakil Ketua DPP Real Estate Indonesia, mengatakan tahun depan permintaan properti untuk segmen menengah atas maupun segmen menengah bawah akan tumbuh.

Hingga kuartal III 2015, Indonesia Properti Watch (IPW) mencatat penjualan properti di Jabodetabek mengalami penurunan 19% secara tahunan. Segmen menengah dan atas mengalami penurunan paling tajam, yakni lebih dari 30%.

“Industri properti diprediksi membaik pada 2016, seiring dengan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya seperti dilansir Bisnis.com.

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi tahun depan diestimasi mencapai 5,3%. Adapun hingga kuartal III 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 4,73%. Sektor properti, diyakini sangat terkait erat dengan pertumbuhan ekonomi karena properti memiliki persinggungan dengan 174 sektor usaha lainnya.

Djoko menilai, dampak dari deregulasi sejumlah kebijakan yang terkait dengan industri properti baru akan terasa pada 2016. Sebelumnya, deregulasi di sektor properti antara lain mencakup percepatan perizinan, pembukaan keran pemilikan properti untuk warga negara asing, dan penghapusan pajak berganda pada instrumen dana investasi real estate (DIRE).

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia, Panangian Simanungkalit menepis kecemasan bahaya gelembung properti di Indonesia. Dia menjelaskan, porsi kredit properti di perbankan Indonesia saat ini kecil.

Jadi, kini sektor properti kita aman, tidak seperti menjelang crash tahun 1998-an. Dan sektor properti kita mulai bangkit di tahun 2016, dan booming di tahun 2018. Maka, buat investor, saatnya membeli sekarang untuk menjualnya di 2018, kata Panangian. (as)

ciputraentrepreneurship.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me