Proyek Infrastruktur Besar di Negara Berkembang

Big Banner
Tol Trans-SumateraTol Trans-Sumatera

Propertinet.com – Proyek infrastruktur yang ambisius memberi efek mendalam terhadap pasar real estate di suatu negara. Seiring dengan peningkatan ekonomi secara keseluruhan dan ketersediaan lapangan kerja dalam sektor konstruksi, pembangunan berskala besar juga membantu meningkatkan nilai properti di sekitarnya.

Jalan Tol Trans Sumatera

Lokasi: Indonesia

Biaya: 23 Milyar USD

Jalan tol sepanjang 2.700 km ini akan menghubungkan Lampung hingga Aceh, di Pulau Sumatera yang merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Departemen keuangan pemerintah di sini bahkan membuat aturan khusus yang mengizinkan pinjaman fleksibel untuk pembangunan infrastruktur ini. Aturan ini baru saja dibuat dan isinya memungkinkan perusahaan selain BUMN Hutama Karya untuk turut membangun proyek berskala besar. Segmen sepanjang 2 kilometer sedang dalam proses pengerjaan saat ini dan pemerintah berharap trayek sepanjang 16 kilometer bisa dibuka tahun 2016.

Koridor Ekonomi Tiongkok – Pakistan

Lokasi: Dari Gwadar, Pakistan hingga Xinjiang, Tiongkok

Biaya: lebih dari 6 milyar USD

Proyek sepanjang 3.000 km ini akan menghubungkan Pelabuhan Gwadar di Pakistan sampai Daerah Otonomi Xinjiang Uygur di Tiongkok. Jaringan jalan tol, kereta api dan proyek energi akan menghubungkan dua negara ini dalam hal mengangkut minyak dan gas, serta diharapkan akan menghasilkan milyaran keuntungan. Pemerintah Pakistan baru – baru ini mengumumkan bahwa proyek tersebut telah menjadikan Tiongkok sebagai investor asing paling top di negara Asia Selatan.

           Baca Juga!

 

Clark Green City

Lokasi: Central Luzon, Filipina

Biaya: 200 milyar Peso Filipina (sekitar 4.25 milyar USD)

Disebut-sebut sebagai Kota Metropolis berikutnya di Filipina, proyek pembangunan di atas lahan 288 hektar ini akan menjadi kota pertama di Filipina yang memiliki teknologi terintegrasi. Pembangunan ini menggabungkan perumahan, area komersial juga perkembangan teknologi dan informasi, disertai dengan penawaran area hijau dan gaya hidup berkelanjutan bagi para warga. Pembangunan ini akan mencakup sekitar 2.000 unit perumahan terjangkau bagi karyawan di kota. Menurut Presiden dan CEO Bases Conversion and Development Authority (BCDA) Arnel Casanova, Clark Green City diatur untuk menjadi “Pusat Pembangunan Ekonomi di Filipina”.

Bogota Urban Renewal

Lokasi: Kolombia

Biaya: sekitar 50 milyar USD

Dimulai pada tahun 2007, Plan Centro memang dibuat untuk meningkatkan kondisi kehidupan di Ibukota Kolombia. Tujuannya adalah untuk mendorong warga Bogota untuk tinggal di pusat kota dengan peningkatan keamanan, perumahan yang lebih baik dan dorongan kegiatan komersial. Proyek – proyek seperti pembaharuan dan pembuatan jalur pedestrian Séptima antara Plaza de Bolívar dan Calle 26 telah rampung. Proyek kunci lain, termasuk proyek ambisius Estación Central on Calle 25 di Caracas, sebuah stasiun transit multi-modal diharapkan selesai dalam 10 tahun.

Centenary City Nigeria

Lokasi: Abuja, Nigeria

Biaya: 18 milyar USD

Proyek besar di atas lahan 1.300 hektar ini dibangun oleh Pemerintah Nigeria dan merupakan yang terbesar di Afrika. Disebut sebagai kota cerdas seperti Dubai dan Singapura, proyek Abuja Centenary City mencakup pusat bisnis, pusat keuangan, museum dan pusat kebudayaan, 13 hotel serta taman bisnis dan teknologi. Proyek ini juga akan menjadi rumah bagi menara tertinggi di Afrika, yaitu Afrika Tower setinggi 308 meter. Bagi penduduk tersedia pula perumahan, lapangan golf 18- hole, fasilitas olahraga dan rekreasi, dan fasilitas umum lain. Dampak dari pembangunan ini terhadap pasar properti lokal telah diperhitungkan, sekitar 60% dari keuntungan pembangunan ini akan disisihkan untuk membantu mengatasi meningkatnya permintaan perumahan di Nigeria. Setelah selesai, Centenary City akan menjadi rumah bagi 137.850 penduduk. Selain itu, proyek ini diperkirakan akan memberi kontribusi sekitar 5% dalam proyek GDP Abuja.

propertinet.com